5 Meteor Hantam Bumi, Penampakan Bola Api Terbakar di AS

by admin
3 minutes read

Video yang diunggah Komunitas Meteor Amerika (American Meteor Society/ AMS) ini pun dikonfirmasi kebenarannya oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Lewat akun Facebook, NASA Meteor Watch melaporkan setidaknya ada 5 bola api imbas meteorit jatuh yang terlihat di langit Amerika Serikat , akhir pekan lalu (24/9).
Meteor tersebut nampak di langit pantai North Carolina. Meteor baru terlihat oleh pengamat di Bumi setelah berjarak 78 kilometer di atas laut di Camp Lejeune.

Meteor lantas bergerak ke timur laut dengan kecepatan 32.000 mil per jam. Meteor itu lantas hancur 45 kilometer di atas Morehead City, setelah melintas dan terbakar sejauh 42 kilometer di atmosfer Bumi.

Meteor raksasa yang jatuh ini tampak sekitar pukul 19:40 EDT waktu setempat. Setidaknya 80 orang dilaporkan menyaksikan hal ini.

“Setidaknya ada dua video yang diunggah terkait fenomena ini…kami berterimakasih kepada AMS,” seperti tertulis di akun tersebut.

Rekaman video, yang diambil dari kamera CCTV yang dipasang di teras sebuah rumah di Rowland Pond, North Carolina, menunjukkan bagaimana meteor jatuh itu meninggalkan jejak bola cahaya yang cerah di langit malam, sebelum menghilang di balik pepohonan.

Meteor menjadi bola api lantaran kecerahan yang muncul lebih terang dari planet Venus ketika terbakar di atmosfer. Menurut AMS, dengan tingkat kecerahan yang tinggi ini bola api tersebut secara teori pun bisa terlihat pada siang hari. Misal seperti penampakan bola api pada Maret 2021 yang menerangi langit sore di seluruh bagian Inggris.

Namun, biasanya bola api ini terlihat oleh pengamat di malam hari. Selain itu, AMS menyebut setiap hari beberapa ribu meteor berbentuk bola api memang menghantam atmosfer bumi setiap hari. Sebagian besar fenomena ini terjadi di atas lautan dan daerah yang tidak berpenduduk, seperti dikutip NPR.

Selain itu, tingkat kecerahan bola api yang muncul di atmosfer Bumi pun tergantung pada ukuran dan kecepatan jatuh meteor tersebut. Makin besar ukuran dan makin cepat jatuhnya, maka makin besar dan makin cerah juga bola api yang tampak.

Sebab, tingkat kecerahan ini berkaitan dengan seberapa besar gesekan yang dihasilkan ketika batu-batu itu menghantam atmosfer Bumi.

Saat bola api memasuki atmosfer dengan kecepatan jatuh lebih tinggi dari kecepatan suara (sekitar 40.000 hingga di bawah 260.000 km/jam), maka selain terbakar, akan terdengar suara ledakan di angkasa seperti diungkap AMS.

Namun, jika meteor ini meledak di atas wilayah padat pemukiman, hal ini bisa menyebabkan kerusakan serius. Peristiwa ledakan meteor di atas kota Chelyabinsk, Rusia, pada 2013, merupakan peristiwa ledakan meteor paling besar dalam sejarah.

Ledakan ini menciptakan hentakan yang kira-kira setara dengan 400-500 kiloton TNT, atau 26 hingga 33 kali energi yang dilepaskan oleh bom Hiroshima. Bola api kecil pun lantas menghujani Chelyabinsk dan sekitarnya, merusak bangunan, menghancurkan jendela, dan melukai sekitar 1.200 orang.

Ledakan Chelyabinsk jauh dari peristiwa paling merusak yang disebabkan oleh bola api. Bukti arkeologi terbaru menunjukkan bola api meledak di atas kota kuno Timur Tengah Tall el-Hamman sekitar 3.600 tahun yang lalu. Ledakan itu, yang kira-kira 1.000 kali lebih kuat daripada bom Hiroshima, membuat kota itu langsung terbakar sebelum meratakannya dengan gelombang kejut yang kuat, seperti dikutip Live Science.

Sumber : disini

related posts

Leave a Comment