JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menawarkan Blok Migas Warim di Papua dengan potensi yang sangat besar.
Blok Warim sendiri terdiri dari 2 Wilayah Kerja (WK), yakni Akimeugah-1 dan Akimeugah-2.
Mengacu dari data Kementerian ESDM, Blok Warim memiliki potensi cadangan sebesar 25,968 miliar barel minyak serta gas 47,37 triliun cubic feet (TCF).
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Ariana Soemanto mengatakan, salah satu perusahaan yang ditawarkan adalah China National Petroleum Corporation (CNPC).
“CNPC sedang ditawarin, kankita ada yang (Blok) Warim tuh. Siapa tau China mau ambil juga, kita tawarin,” kata Ariana saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (20/8/2024).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah menyinggung Blok Warim yang memiliki potensi luar biasa untuk Indonesia.
“Warim itu ada potensi 27 miliar barel. Bisa saja lebih dari itu, tapi itu pun saya pikir potensi luar biasa,” kata Luhut usai acara pembukaan Marine Spatial Planning and Expo Service 2023 di Jakarta, Selasa (19/9/2023).
Salah satu perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS), ConocoPhilips juga pernah menggarap Blok Warim ini, namun kini sudah ditinggalkan.
“Blok Ini Blok lama yang bikin waktu itu (digarap) Conocophillips,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Hulu Migas Semester I Tahun 2023 SKK Migas, Selasa (18/7/2023).





