Jakarta, BN Nasional – Menurut koalisi yang dipimpin Saudi, stasiun distribusi produk minyak raksasa Aramco di Jeddah diserang, menyebabkan kebakaran di dua tangki penyimpanan tetapi tidak ada korban.
Gumpalan besar asap hitam terlihat membubung di atas kota Laut Merah, kata seorang saksi mata.
Pernyataan koalisi di media pemerintah mengatakan, api telah dikendalikan. Namun api masih bisa dilihat dalam rekaman langsung yang ditayangkan oleh saluran televisi Ekhbariya milik Saudi.
Kementerian energi Saudi mengatakan, pihak kerajaan mengutuk keras “serangan sabotase”, mengulangi bahwa mereka tidak akan bertanggung jawab atas gangguan pasokan minyak global akibat serangan tersebut, kantor berita negara SPA melaporkan, mengutip seorang pejabat di kementerian.
Pihak kementerian menyalahkan Iran karena terus mempersenjatai Houthi dengan rudal balistik dan drone canggih. Mereka menekankan, serangan itu “akan berdampak pada kapasitas produksi Kerajaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajibannya ke pasar global”.
Teheran membantah mempersenjatai Houthi.
Tidak ada komentar langsung dari Aramco.
Sumber: CNA/Reuters





