Bersama IAEA, Bapeten Gelar Pelatihan Deteksi Keamanan Nuklir

by admin
2 minutes read

JAKARTA, BN NASIONAL – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) menggelar Regional Training Course (RTC) and Practical Exercise for Expert Support in Nuclear Security Detection and Alarm Assessment

Pelatihan ini bertujuan untuk mementingkan aspek keamanan nuklir khususnya di bidang deteksi radiasi dan pengkajian alarm.

Plh Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir Khoirul Huda membuka secara resmi kegiatan ini, dan pelatihan ini difasilitasi oleh instruktur ahli yang berasal dari beberapa negara seperti Atom Malaysia Mohd Irwan Effendi, Pakistan Nuclear Regulatory Authority Imran Ali Khan, dan Office of Atom for Peace Somboon Toautachone.

“Pilot RTC ini merupakan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan, dan dijadwalkan akan berlangsung selama 5 hari. Indonesia kembali didapuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan RTC yang dihadiri sebanyak 11 peserta dari sejumlah negara perwakilan Asia seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia sendiri,” kata Khoirul, Yogyakarta, Senin (11/12/2023).

Lanjut Khoirul, terkait penanganan insiden keamanan nuklir harus meningkatkan kemampuan sistem keamanan nuklir, termasuk deteksi, penundaan, dan tindakan respons.

“Tujuan pelatihan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kapabilitas keamanan nuklir, khususnya di bidang deteksi dan pengkajian alarm. Dan secara jangka panjang tentunya akan mendukung sasaran nasional, yaitu untuk melindungi individu, pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup dari konsekuensi bahaya radiasi,” jelasnya

Deteksi dan pengkajian alarm memiliki peran yang sangat penting dalam proses menggagalkan insiden keamanan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan keseluruhan sistem keamanan nuklir.

“Selain meningkatkan kemampuan deteksi untuk keamanan nuklir di tingkat nasional, kegiatan ini diharapkan juga dapat berkontribusi meningkatkan kapabilitas keamanan nuklir di tingkat regional. Jika dapat berjalan dengan baik, nantinya akan dijadikan agenda rutin IAEA di tingkat regional, sekaligus dapat memperkuat kerja sama Indonesia dengan negara-negara di Asia,” ujarnya. (LBY)

related posts

Leave a Comment