Demi Imbangi Kekuatan India, Pakistan Beli Jet Tempur China

by admin
3 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Pakistan dan India telah terlibat dalam berbagai perselisihan, terutama tentang status Kashmir, sejak kedua negara memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947. Keduanya telah berperang empat kali yang menelan puluhan ribu nyawa. Pertempuran di perbatasan yang terjadi secara berkala menciptakan ketegangan politik bagi kedua negara.

Seorang analis pertahanan dan Direktur Jenderal lembaga think tank Pakistan House, Muhammad Athar Javed, mengatakan ketegangan yang berkelanjutan telah mendorong Pakistan untuk membeli jet tempur J-10C buatan China. Javed mengatakan sumbernya di pemerintah Pakistan mengkonfirmasi pengadaan pesawat tempur tersebut.

Pada Juli, Kementerian Pertahanan India mengumumkan pembelian 36 jet tempur Rafale dari Prancis. Sementara, Pakistan juga membeli 36 pesawat tempur dari China.

“Pesawat F-16 Pakistan sudah menua dan JF-17 Thunder Pakistan sedang dalam pembuatan. Kami sebenarnya perlu membuat pencegah untuk menghadapi pembelian Dassault Rafale oleh India,” kata Javed dilansir TRT World, Jumat (31/12).

Menurut Javed, Islamabad ingin memastikan pembelian jet China mereka dapat bersaing dalam kondisi yang hampir satu level dengan India. Javed menyebut angkatan udara Pakistan adalah salah satu angkatan udara terbaik di dunia.

“Angkatan udara Pakistan adalah angkatan udara profesional, meskipun sumber daya terbatas, mereka telah tampil cemerlang melawan Angkatan Udara India. Konflik Februari membuktikan hal itu. Meskipun demikian, sumber daya manusia dan pelatihan papan atas membutuhkan platform yang canggih,” papar Javed.

Meskipun tidak ada konfirmasi resmi dari Islamabad, seorang analis militer Pakistan, Ejaz Haider, mengatakan pembelian telah dilakukan dan gelombang pertama akan dikirim pada 23 Maret mendatang.

“Ancaman utama terhadap Pakistan datang dari India, yang mengakibatkan perang dan konflik, dan mengingatkan kita bahwa eskalasi terbaru terjadi pada Februari 2019 ketika India menyerang Pakistan,” kata Haider.

China adalah sekutu dekat Pakistan. Keduanya banyak memiliki kesamaan dalam sejumlah masalah, mengembangkan hubungan strategis, dan meningkatkan kerja sama militer. Akan etapi, ada juga alasan lain dibalik pembelian jet tempur China oleh Pakistan.

Haider mengatakan angkatan udara Pakistan membutuhkan pesawat tempur multiperan generasi 4,5. Pesawat tempur buatan Eropa sangat mahal dan Amerika Serikat (AS) bukanlah pilihan karena penangguhan bantuan keamanan dengan Islamabad.

Pakistan menghadapi sanksi luar biasa dari AS meskipun mereka membeli F-16. Bahkan mengoperasikan F-16 dapat bermasalah bagi Pakistan karena Washington menerapkan kondisi yang membatasi penggunaannya. Selain itu, ada juga masalah terkait proses perbaikannya. Sementara China tidak membuat persyaratan pada senjata yang dijualnya ke negara lain.

Javed menuturkan peningkatan kemitraan antara China dan Pakistan membuat beberapa orang menyebut kedua negara itu sebagai “saudara besi”. Proyek PAC JF-17 Thunder yang sedang berlangsung, yang bertujuan untuk menghasilkan pesawat tempur multiperan generasi keempat yang ringan, bermesin tunggal, adalah salah satu produk dari persaudaraan besi ini.

Nama China dari proyek bersama itu adalah Xiaolong atau Fierce Dragon’. Proyek ini terutama dibuat untuk menggantikan pesawat tempur A-5C, F-7P/PG, Mirage III, dan Mirage V Pakistan. Namun, proyek bersama atau pembelian pesawat tempur J-10C buatan China oleh Pakistan tidak boleh dibesar-besarkan terutama dalam menghadapi persenjataan India.

“India adalah salah satu pembeli senjata utama, menurut berbagai sumber militer. Mereka membeli dari mana saja di dunia, termasuk Rusia,” kata Javed.

Akan tetapi, bukan berarti Pakistan meninggalkan aliansi Barat. Menurut Javed, ini adalah hak Pakistan untuk membela diri. Javed juga mencatat bahwa, pembelian jet buatan China bukan berarti bahwa Pakistan menginginkan perang dengan India.

“Kami ingin berteman dengan India,” kata Javed mengacu pada upaya panjang Pakistan untuk menciptakan sistem komunikasi dengan New Delhi.

Sumber.

related posts