25.4 C
Jakarta

Menteri ESDM Hanya Berani Patok Produksi Maksimal Minyak Bumi 2025 Sebanyak 601 Ribu Barel Per Hari

Published:

JAKARTA, BN NASIONAL

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hanya berani memberikan target maksimal produksi minyak bumi di tahun 2025 sekitar 580 sampai 601 Barrel Oil Per Day (BOPD). Sementara, untuk target lifting gas d iperkirakan sebanyak 1.003 sampai 1.047 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD).

“Sehingga lifting migas pada RAPBN Tahun Anggaran 2025 d iusulkan sebesar 1.583-1.648 BOEPD,” kata Arifin dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (5/6/2024).

D isisi lain, realisasi lifting minyak pada Januari-Mei 2024 mencapai 561,9 ribu BOPD dengan outlook hingga akhir tahun hanya sebesar 595 ribu BOPD. Hal tersebut tidak sejalan dengan target APBN 2024 yang menargetkan produksi minyak bumi nasional mencapai 635 ribu BOPD.

Outlook lifting minyak tahun 2024 masih lebih rendah jika d ibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Realisasi produksi minyak bumi pada 2023 mencapai kisaran 605 ribu BOPD atau jauh di bawah target yang d itetapkan 660 ribu BOPD.

Kementerian ESDM mencatat realisasi lifting gas bumi hingga Mei 2024 sebesar 939,8 ribu BOEPD dengan outlook pada akhir tahun sebesar 993,8 ribu BOEPD.

Meski outlook lifting gas bumi tahun 2024 masih lebih besar di banding realisasi 2023 yang hanya 960 ribu BOEPD, prakiraan itu masih belum memenuhi target yang tercantum dalam APBN TA 2024 sebesar 1.033 ribu BOEPD.

“Jadi untuk lifting ini kami usulkan untuk RAPBN 2025 dengan mencermati realisasi sampai Mei 2024 dan outlook 2024,” ujar Arifin.

Namun, Arifin memperkirakan realisasi cost recovery sepanjang tahun ini sedikit diatas batas yang ditetapkan, yakni sebesar US$8,26 miliar. Artinya, serapan cost recovery berpotensi membengkak dari realisasi tahun 2023 yang hanya US$7,67 miliar.

“Lalu pada APBN 2025, kami usulkan (cost recovery) sebesar US$8,5-US$8,7 miliar,” katanya.**

Related articles

Recent articles

spot_img