Meski Jadi Sorotan Kasus Korupsi, Ekspor Timah Tebus 3.800 Ton pada Maret 2024

by admin
2 minutes read

JAKARTA, BN NASIONAL

Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengungkap dugaan tindak pidana korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, yang melibatkan 16 tersangka. Dugaan korupsi ini d iduga telah menyebabkan kerugian negara yang mencapai Rp271 triliun akibat kerugian ekologis dan kerusakan lingkungan.

Meski demikian, perdagangan logam timah Indonesia di Jakarta Futures Exchange (JFX) menunjukkan volume perdagangan sebesar 3.800 ton.

“Volume perdagangan di BEJ pada bulan Maret kembali normal, berjumlah 3.800 ton, hanya mengalami penurunan 5% d ibandingkan tahun lalu,” ungkap Tom Langston, Analis Senior Intelijen Pasar.

Pada pertengahan Maret 2024, terjadi penurunan harga logam timah di Londor Metal Exchange (LME) akibat penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dan persetujuan ekspor oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Setelah penurunan harga yang tajam sebesar ~5% pada tanggal 19 Maret, setelah pengumuman RKAB dan persetujuan izin ekspor di Indonesia, harga timah LME kembali naik, dengan harga dalam tiga bulan kembali naik menjadi sekitar US$28.500,” jelas Tom.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pada 26 Maret 2024, Kementerian ESDM telah menerbitkan 15 RKAB perusahaan timah dengan kapasitas 46.444 ton. Namun, aktivitas ekspor di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) masih belum d imulai kembali.

Menurut Tom, selisih harga antara tiga bulan dan harga tunai di LME telah menyempit, menunjukkan keterbatasan stok logam timah. “Meskipun ekspor Indonesia kembali berjalan, selisih antara harga LME tiga bulan dan harga tunai telah semakin mengecil sehingga harga LME telah memasuki kemunduran pada minggu ini, yang mencerminkan terbatasnya pasokan,” jelasnya.

Sementara itu, stok logam timah di Shanghai Futures Exchange (SHFE) mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, mencapai 13.000 ton.

“Sebaliknya, stok SHFE di Tiongkok terus terakumulasi, kini mendekati 13.000 ton tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir yang menggarisbawahi perbedaan dinamika pasar antara Tiongkok dan negara-negara lain di dunia,” tambah Tom.*[]

related posts