Puncak Hujan Meteor Sextantid, Muncul Besok Subuh

by admin
2 minutes read

Hal ini seperti diungkap Pusat Sains LAPAN (@pusainsa_lapan) lewat akun resmi.

“Hujan meteor ini baru dapat disaksikan keesokan hari (28/9) sejak pukul 03.30 hingga 05.00 waktu setempat dari arah timur,” seperti tertulis dalam akun tersebut.

Hujan meteor Sextantid terjadi selama rentang waktu satu bulan dari 9 September hingga 9 Oktober. Titik radian dari hujan meteor ini berada di konstelasi Sextans, dekat dengan arah matahari.

Pada puncak fenomena ini, meteor tersebut dapat dilihat jika posisi penampakan meteor atau yang biasa disebut titik radian berada di atas horizon. Sehingga semakin tinggi titik radian, maka jumlah meteor yang terlihat akan semakin banyak. Intensitas hujan meteor ini ketika titik radian berada di zenit sebanyak 5 meteor per jam.

Cara mengamati hujan meteor Sextantid
Menurut LAPAN, fenomena ini bisa diamati menggunakan mata biasa selama cuaca cerah, langit bersih, bebas polusi cahaya, dan tidak ada penghalang yang menyulitkan pengamatan.

Dilansir dari In The Sky, fenomena ini dapat terlihat di langit Jakarta pada hari Selasa (28/9) setelah pukul 03.34 WIB. Hujan meteor ini akan terlihat langit timur hingga pukul 05:18 saat matahari mulai terang. https://in-the-sky.org/news.php?id=20210927_10_100

Selain itu, posisi Jakarta saat ini tepat menghadap ke arah datangnya meteor-meteor tersebut, sehingga jumlah meteor yang dapat terlihat di kota ini akan lebih banyak namun dalam lintasan yang pendek.

Hujan meteor Sextantid dikabarkan berada titik radian paling tinggi pada Selasa (28/9) pukul 10.00 WIB. Namun, hujan meteor ini akan sulit terlihat dikarenakan langit yang sudah sangat terang.

Pengamatan pada hujan meteor ini menunjukkan penampakan rata-rata lima meteor dalam satu jam. Namun pada tahun ini dikabarkan jumlahnya akan sedikit menurun, sehingga melihat salah satu dari meteor ini bisa dianggap sebuah pencapaian.

Dilansir dari Starwalk Space, hujan meteor ini memasuki atmosfer Bumi pada kecepetan 32 kilometer perjam, dan dikategorikan sebagai hujan meteor berkecepatan sedang-pelan.

Mengapa terjadi hujan meteor Sextantid?
Meteor-meteor ini merupakan pecahan dari asteroid Apollo 2005 UD. Fenomena hujan meteor terjadi ketika Bumi melintas melewati wilayah yang dipenuhi pecahan asteroid. Gaya gravitasi Bumi menarik pecahan-pecahan tersebut ke dalam wilayah Bumi.

Kemudian, pecahan tersebut akan mengalami gesekan dengan atmosfer Bumi yang membuatnya terbakar. Pecahan meteor biasanya terbakar di atmosfer pada ketinggian 70 hingga 100 kilometer.

Jumlah serpihan asteroid yang cukup banyak di wilayah tersebut membuat fenomena hujan meteor Sextantid ini menjadi fenomena tahunan.

Sumber : disini

related posts

Leave a Comment