Jakarta, BN Nasional – Asosiasi Solder Indonesia (ASI) yakini solder hasil produksi dalam negeri dapat bersaing dengan solder dari negara lain di dunia. Di Indonesia terdapat lima pabrik yang memproduksi solder, dua diantaranya aktif dalam melakukan ekspor produknya.
Selama ini, penyerapan timah untuk industri solder belum terlalu besar, dari rata-rata produksi tahunan timah yang mencapai 70.000 ton, hanya 5 persen yang terserap industri solder.
“Industri solder lokal yang aktif hanya ada 5 pabrik, yang aktif ekspor hanya 2 pabrik, yang lain lebih fokus untuk domestik. Terutama pabrik elektronik, elektrik, otomotif, dan lainnya,” kata Ketua ASI Lay Rusli, Rabu (27/10/2022).
Lay mengatakan, solder produksi Indonesia memiliki variabel kualitas yang lengkap, dari yang biasa sampai ke kualitas paling tinggi yang dapat digunakan untuk industri kesehatan.
“Variabel kualitas lengkap, dari harga harus murah sampai produk solder yang approval industri health care jepang,” jelasnya.
Saat ini ASI juga akan menerima kontrak OEM dari pabrik solder di luar negeri yang belum sempat merelokasikan parikya ke Indonesia yang selama ini membeli timah batangan di bursa Indonesia. “sudah terbukti dengan ekspor dan OEM brand international,” katanya.
ASI yakini, dengan dukungan bahan baku melimpah dan harga yang lebih ekonomis, tentunya solder produk Indonesia dapat bersaing secara harga. (Louis)





