Dirjen Minerba Berikan Perlakuan Khusus Bagi Investor yang Investasi Timah di Daerah

Jakarta, BN Nasional – Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaludin akan memberikan perlakuan khusus bagi para investor yang melakukan investasi sektor timah di daerah.

“Upaya lain yang kita siapkan tentunya menyiapkan kalau orang mau invest tin solder, tin plate, tin chemical atau apapun di daerah. Kami menyiapkan lokasi, kebijakan, dan memfasilitasi hal-hal lain agar sejalan,” kata Ridwan saat acara Capaian Kinerja Subsektor Minerba Tahun 2022, Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Hal ini dilakukan agar industri siap saat diberlakukannya larangan ekspor timah, sehingga industri timah di dalam negeri dapat terus berjalan.

“Jangan sampai mengekspor tidak dan membuat di dalam negeri juga tidak itu yang kita hindari,” kata Ridwan.

Direktorat Jendral (Ditjen) Minerba Kementerian ESDM akan menjaga semaksimal mungkin komoditas timah, agar ketika larangan ekspor diberlakukan industri sudah siap dengan berbagai langkah yang disiapkan dari jauh hari.

Baca juga  Marwan Batubara Bicara Rencana Pembubaran PLN Batubara, Minta Tak Ada yang Cari Kambing Hitam

Dalam kajian dan riset yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Minerba, untuk membangun sebuah pabrik tin solder diperlukan waktu 23 bulan, hal tersebut menjadi modal dasar Ditjen Minerba menghitung apa yang harus dilakukan ketika kebijakan lararangan ekspor timah diberlakukan.

Senada dengan hal itu, kini pemerintah sudah merampungkan roadmap hilirisasi investasi strategis dalam rangka mendorong transformasi ekonomi.

Roadmap yang disusun oleh berbagai Kementerian/Lembaga dengan total investasi hingga USD 545,3 miliar sampai tahun 2040. (Louis)