Proses Negoisasi Pertamina di Blok Masela Optimis Rampung Pertengahan 2023

Jakarta, BN Nasional – Proses akuisisi 35 persen saham yang dilepas Shell di Blok LNG Masela oleh PT Pertamina masih berlangsung, hal ini diungkapkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), proses akuisisi ini juga dikabarkan selesai pada pertengahan tahun 2023.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dalam proses akuisisi Shell di Blok Masela, Pertamina bakal menggandeng perusahaan asal Malaysia yakni Petronas. Dwi berharap proses akuisisi 35% di Masela dapat selesai pada semester 1 2023.

“Sekarang pertamina sedang negosiasi dengan Shell. Kita harapkan semester 1 ini sudah bisa deal lah, negosiasi antara Shell dan Pertamina,” kata Dwi, Jakarta, Senin (16/5/2023).

Selain itu, progres negoisasi tersebut dinilai dapat terkabul. Shell mulai bisa berkompromoi dengan tawaran harga yang diajukan oleh Pertamina dan Petronas.

Baca juga  Dirjen Minerba Berikan Perlakuan Khusus Bagi Investor yang Investasi Timah di Daerah

“Sudah pasti kalau negosiasi itu harganya yang belum ketemu. Namun selisih harganya sudah semakin mengecil,” kata Dwi.

Lanjutnya, Dwi tidak membeberkan berapa harganya, namun selisi antar harga yang diajukan Pertamina dan Petronas kepada Shell sudah semakin kecil.

“Gapnya sudah semakin mengecil. Ya nanti kalau sudah selesai dealnya, ini kan masih,” katanya.

Senada dengan itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif optimis proses negoisasi blok masela ini dapat selesai Juni 2023. Pertamina kemudian akan menjadi mitra Inpex dalam pengelolaan Masela yang dimana Inpex memegang kepemilikan hak partisipasi sebesar 65 persen.

“Awal Juni kita harapkan. Awal Juni sudah ada keputusannya, sudah ada partnernya, sudah ada konsorsium baru,” kata Arifin saat ditemui di Kantor ESDM, Jumat (5/5/2023). (Louis/Rd)