JAKARTA, BN NASIONAL.
Indonesia mulai membangun ekosistem kendaraan listrik yang bekerja sama dengan pihak asing. PT Aneka Tambang (Antam), PT Indonesia Baterai Corporation (IBC) dan Hongkong CBL Limited (HKCBL) menjalin kerja sama. Ini terkait dengan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik.
Hal ini sejalan dengan amanat Presiden RI Joko Widodo dalam pemanfaatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Semua tertuang dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hal ini menjadi yang pertama di Dunia, mencakup tahapan dari tambang nikel hingga giga factory baterai cell dan pack, serta daur ulang.
“Selamat kepada Antam, CBL, dan IBC atas kerja sama investasi dalam supply chain ekosistem baterai lithium di Indonesia. Hal ini menjawab pertanyaan mengenai hilirisasi, di mana masih banyak yang dapat d ilakukan di sini,” kata Luhut dalam acara Penandatanganan Divestasi Proyek Ekosistem Baterai EV yang d ilakukan di Kantor Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kamis (28/12/2023).
Luhut menekankan pentingnya efisiensi dan kecepatan pengerjaan proyek mengingat persaingan global yang semakin ketat. Dia juga menyatakan bahwa eksekusi proyek harus tetap mematuhi standar lingkungan dan ketenagakerjaan yang tinggi.
“Kita harus transparan dengan digitalisasi, dan eksekusi proyek ini harus menjadi contoh standar untuk proyek serupa di masa depan,” katanya.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, dalam implementasi proyek ini harus memperhatikan lingkungan secara detil dan memitigasi hal-hal yang akan memberikan dampak merugikan bagi semua pihak.
“Investasi ini bukan untuk membangun stainless steel, tetapi ekosistem dari baterai mobil, dan ini investasinya di angka Rp80-90 triliun. ini bukan investasi kacang goreng,” jelas Bahlil.(*)





