JAKARTA, BN NASIONAL
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil mendirikan 5 fasilitas pemurnian (smelter) mineral terintegrasi dari tambang pada tahun 2023. Sebanyak 2 smelter tambahan masih dalam tahap finalisasi dan d ijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2024.
Penambahan fasilitas pemurnian ini merupakan implementasi amanat Undang-Undang (UU) yang wajib d ipatuhi oleh perusahaan, menyediakan nilai tambah signifikan, dan memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat Indonesia melalui pengolahan mineral mentah.
Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menyampaikan rencana untuk membangun 11 smelter tambahan ke depan, terdiri dari 2 smelter nikel, 7 smelter bauksit, 1 smelter besi, dan 1 smelter tembaga, sehingga total smelter mineral yang berdiri mencapai 16 unit.
“Pembangunan fasilitas pemurnian mineral terintegrasi telah mencapai 100% dengan 5 smelter beroperasi, serta dua proyek smelter dengan progres di atas 90%, seperti smelter PT Antam (proyek P3FH) di Maluku Utara,” ujar Arifin dalam penjelasan Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2023 di Kementerian ESDM.
“Proses lelang sedang berlangsung untuk pembangunan pembangkit listrik di PT Sebuku Iron Lateritic Ores di Kalimantan Selatan, yang merupakan smelter besi dengan produksi sponge ferro alloy,” tambahnya.
Saat ini, terdapat 1 smelter nikel yang perlu d iselesaikan, 6 smelter bauksit dengan progres pembangunan antara 30-60%, 1 smelter besi dengan progres 90%, dan 1 smelter tembaga yang masih dalam penyelesaian.
“Dua proyek besar sedang berjalan, yaitu di Gresik dan Nusa Tenggara Barat,” ungkap Arifin.(*)





