Pemerintah Bangun Lima Smart Grid untuk Tampung Listrik Bersih

JAKARTA, BN NASIONAL

Pemerintah melalui Kementerian ESDM merencanakan pembangunan jaringan listrik pintar (smart grid) untuk menampung energi dari sumber baru dan terbarukan (EBT). Langkah ini bertujuan meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik dan efisiensi pelayanan masyarakat, terutama dalam mengakomodasi Variable Renewable Energy (VRE).

“Dalam pengembangan smart grid, kita menargetkan lima lokasi,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Subsektor Ketenagalistrikan, Kamis (18/1/2024).

Pengembangan smart grid ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk sistem tenaga listrik di Jawa-Bali.

“Ketika kita ingin meningkatkan penerimaan EBT, terutama VRE seperti PLTS dan energi angin yang mungkin hanya tersedia 4-5 jam sehari. Maka smart grid d iperlukan untuk membuat jaringan lebih fleksibel,” jelas Jisman.

Smart grid adalah sistem jaringan tenaga listrik yang d ilengkapi dengan teknologi informasi dan komunikasi canggih. Hal ini memungkinkan pengaturan tenaga listrik secara efisien, menjamin pasokan energi yang andal. Juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi terbarukan, dan melibatkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik.

Baca juga  Pepaya dan markisa menunjukkan potensi pertarungan kanker yang tidak terduga

Konsep smart grid ini d idesain untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dua arah antara produsen dan konsumen. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi, keandalan, pemanfaatan energi baru terbarukan, dan menurunkan emisi CO2.(*)