Proyek Kilang Terbesar RI Ditargetkan Operasi Penuh September 2025, Mampu Olah 360 Ribu Barel Minyak

BALIKPAPAN, BN NASIONAL – Pemerintah menargetkan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan rampung pada September 2025. Proyek peningkatan kapasitas kilang Balikpapan ini dimulai sejak 2016 dan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah sudah memberikan tenggat waktu dan tidak ingin ada kemunduran dalam penyelesaiannya.

“Ya harus ada target tenggat waktu, karena kita tidak mau proyek ini terlambat. Sehingga output yang sudah kita targetkan mundur, kalau additional income, efisiensi bisa kita lakukan. Kalau terlambat kan kita loss,” kata Arifin dalam kunjungannya, Minggu (11/8/2024).

Sementara, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Adityawarman mengatakan, saat ini progres pembangunan sudah mencapai 91,4 persen dan ditargetkan pada akhir tahun 2024 mencapai 96 persen.

Baca juga  Politik | Edisi 26 Apr 2025

“Overall progress 91,6 persisnya, masih ada 8,4 persen lagi sampai tadi kan operational acceptance september 2025. Itu yang secara kontraktual. Berarti kita masih punya waktu sampai Sept 2025 untuk menyelesaikan sampai 100%,” jelas Taufik.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan PT KPI Hermansyah Y Nasroen menjelaskan, Proyek RDMP Balikpapan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kompeksitas dengan nama Nelcon Complexity Index (NCI). Salah satunya peningkatan Crude Distillation Unit (CDU) IV.

“Kapasitas itu tadi yang Revamping CDU IV dari 200 (ribu barel) ke 300 (ribu barel),” kata Hermansyah.

Untuk CDU V sendiri, Hermansyah menyebut, akan memproduksi sebanyak 60 ribu barel per harinya. “Sehingga ini total nanti kilang Balikpapan itu menjadi 360 ribu (barel per hari),” jelasnya.

Selain itu, terdapat 2 proyek penting lainnya yaitu pembangunan jalur pipa gas sepanjang 78 km dari Senipah ke Balikpapan dan peningkatan kapasitas terminal minyak di Lawe-Lawe.

Baca juga  Kementerian ESDM Berhasil Raih PNBP 2023 Sebesar Rp299 Triliun

Terminal Lawe-Lawe akan menjadi komponen vital dalam rantai pasokan minyak mentah, memastikan kelancaran pengiriman bahan baku ke Kilang Balikpapan.

Proyek ini mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing 1.000.000 barel, fasilitas penerimaan minyak mentah dari kapal tanker melalui Single Point Mooring (SPM) 320.000 DWT, serta pembangunan fasilitas pipa darat dan lepas pantai dari SPM ke Terminal Lawe-Lawe.

Diketahui, Proyek RDMP ini merupakan pengembangan Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur mulai dikembangkan sejak tahun 2016 dengan peningkatan 100 ribu barrel oil per day (BOPD) dari 260 ribu BOPD menjadi 360 ribu BOPD.

Selain menambah produksi, RDMP Balikpapan juga meningkatkan kualitas BBM dari yang sebelumnya standart Euro II menjadi Euro V yang lebih ramah lingkungan.

Proyek ini menelan biaya senilai US$7,4 miliar yang terdiri dari pembiayaan ekuitas senilai US$4,3 miliar dan pinjaman Export Credit Agency (ECA) senilai US$3,1 miliar.

Baca juga  Para ilmuwan menipu otak dengan tangan palsu - dan rasa sakit menghilang