Arifin Tasrif Beberkan Tantangan Industri Migas kepada Menteri ESDM Baru Bahlil Lahadalia

JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 Arifin Tasrif memberikan pesan kepada penerusnya Bahlil Lahadalia soal tantangan di industri minyak dan gas (migas).

Arifin mengatakan, tantangan di Kementerian ESDM adalah infrastruktur energi yang sedang dibangun untuk menjamin ketersedian energi dan ketahanan energi.

“Saat ini kita sedang menyelesaikan beberapa proyek-proyek transmisi antara lain untuk gas dan ini kita akan upayakan selesai. Tersambung dari ujung Sumatera sampai dengan ujung Pulau Jawa kita harapkan 2028 sudah bisa diselesaikan,” kata Arifin dalam sambutannya di acara Serah Terima Jabatan Menteri ESDM Kabinet Indonesia Maju Sisa Masa Jabatan Periode 2019-2024 di Kementerian ESDM, Senin (19/8/2024).

Menurut Arifin, saat ini pemerintah sedang melakukan upaya-upaya untuk bisa mendapatkan tambahan produksi gas yang ada di Indonesia.

Baca juga  Komoditas Nikel dan Timah Masuk dalam Simbara, Pemerintah Beberkan Keuntungannya

“Kita harus juga melakukan efisiensi-efisiensi lain antara lain konversi dari pemanfaatan minyak menjadi gas agar impor kita bisa berkurang,” jelas Arifin.

Selain itu, Jaringan Gas (Jargas) juga menjadi salah satu tantangan untuk dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

“Selain juga kita upayakan agar jaringan gas ini bisa didorong agar kita bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap LPG. Memanfaatkan gas alam yang ada di dalam kita,” ujar Arifin.

Kedepan, kata Arifin, Indonesia harus melakukan upaya-upaya untuk bisa memaksimalkan potensi sumber cadangan migas.

“Kedepan tugas-tugas di sektor kementerian ESDM akan semakin menarik, akan banyak tantangan,” katanya.