Bahlil Akan Tarik Sumur Migas Idle dan Ditawarkan ke Perusahaan Swasta Nasional dan Internasional

JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia geram dengan tingkah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang tidak secara maksimal mengelola sumur minyak dan gas (migas) yang dimilikinya.

Bahlil merinci, terdapat dari total produksi 600 ribu barrel oil per day (BOPD), 65 persen dikelola oleh PT Pertamina (Persero), 25 persen oleh ExxonMobil, dan 10 persen sisanya oleh K3S yang kecil-kecil.

Dari total 44.985 sumur yang ada di Indonesia, lanjut Bahlil, terdapat 16.990 sumur yang idle. Dari 16.990 sumur tersebut, terdapat 5.000 sumur yang berpotensi untuk dapat dioptimalkan kembali.

“Ini (optimalisasi sumur idle) tidak dilakukan,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (26/8/2024).

Dengan banyak sumur yang idle tersebut, Bahlil berencana untuk mencabutnya dan diberikan kepada perusahaan swasta nasional atau internasional lain yang berminat. Hal ini juga sudah pernah dilakukan Bahlil untuk IUP Batubara yang tidak beroperasi.

Baca juga  AKBP Basuki, Polisi yang Terseret Kasus Kematian Dosen Untag Akhirnya Dipecat

“Kita bikin lagi seperti mazhab IUP, ini kan punya negara pengelolaan ke K3S atau BUMN. Mending kita buka untuk swasta nasional atau swasta asing yang mengelola sumur ini dengan target pendapatan negara,” jelas Bahlil.

Selain melakukan optimalisasi sumur idle, Bahlil juga menggencarkan eksplorasi sumur-sumur baru untuk menambah produksi di dalam negeri.

“Jadi kalau kita mau meningkatkan lifting kita, strategi bola ada gaya Barcelona menyerang dan bertahan seperti Juventus. Juventus kita pakai untuk sumur idle dan optimalisasi, tekan dan penyerangan dengan eksplorasi di beberapa kawasan dan kita butuh waktu,” ujar Bahlil.