MIND ID Dorong Sinergi Hilirisasi dan Industri Manufaktur untuk Indonesia Emas 2045

JAKARTA, BN NASIONAL – BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, terus mengukuhkan perannya dalam mendorong hilirisasi mineral sebagai langkah strategis menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Melalui berbagai proyek hilirisasi, MIND ID berharap industri manufaktur dalam negeri dapat lebih optimal menyerap bahan baku mineral untuk menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.  

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pentingnya hilirisasi mineral untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia mencontohkan kolaborasi antara ANTAM dan Freeport Indonesia dalam pengelolaan emas, yang telah membuka jalan bagi pembentukan Bullion Bank di Indonesia.  

Erick juga menekankan hilirisasi nikel sebagai landasan awal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery).  

“Opsi terbaik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% adalah melalui hilirisasi dan industrialisasi. Kami terus memastikan ini menjadi bagian dari blueprint strategi pembangunan nasional,” kata Erick Dalam forum MINDialogue, Kamis (9/1/2025).

Baca juga  Unilever Acquires Wild, merek deodoran alami terkemuka di Inggris

Ia juga mengapresiasi kontribusi Grup MIND ID yang mampu membukukan kinerja positif sambil menjalankan tugas negara.  

“Kontribusi MIND ID melalui pajak, PNBP, dan dividen terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa korporasi dapat sehat sekaligus menjalankan amanat negara,” tambahnya.  

Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, memaparkan sejumlah proyek hilirisasi strategis yang telah dilakukan oleh perusahaan anggota MIND ID.  

– PT TIMAH: Produksi tin chemical dan tin solder untuk mendukung industri elektronik.  

– SGAR Mempawah: Produksi aluminium dari bauksit lokal.  

– ANTAM dan Vale Indonesia: Hilirisasi nikel melalui smelter HPAL dan RKEF di Pomala, Halmahera, dan Sorowako.  

– Freeport Indonesia: Transformasi konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga, dengan proyek Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik untuk memproduksi logam mulia.  

“Melalui proyek-proyek ini, kami konsisten meningkatkan nilai tambah mineral, sehingga produk kami memiliki daya saing global yang lebih baik,” jelas Hendi.  

Baca juga  Sejak Maret 2024, Akhirnya Lapangan Infil Clastic EMCL di Blok Cepu On Stream

Hendi menambahkan bahwa keberhasilan hilirisasi mineral perlu diimbangi dengan optimalisasi penyerapan bahan baku oleh sektor manufaktur dalam negeri.  

“Kolaborasi strategis antara pertambangan dan manufaktur sangat penting agar multiplier effect dari pengolahan mineral dapat maksimal, baik dalam peningkatan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja,” tegasnya.  

MIND ID berkomitmen untuk terus mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menyediakan bahan baku mineral berkualitas yang dapat menopang pertumbuhan sektor industri dan memperkuat daya saing nasional.  

“Kami optimis dengan sinergi ini, Indonesia dapat mencapai transformasi ekonomi yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkas Hendi.