JAKARTA, BN NASIONAL – Anggaran pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II dan Dumai-Sei Mangkei (Dusem) senilai Rp4,24 triliun masih menunggu anggaran dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Penjualan Hasil Tambang (PHT) Mineral dan Batubara (Minerba).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, anggaran untuk pembangunan pipa gas bumi Cisem dan Dusem dalam proses pengajuan revisi tambahan.
“Masih terdapat kegiatan dalam proses pengajuan revisi top-up anggaran dari sumber dana PNBP PHT Minerba senilai Rp4,24 triliun,” kata Yuliot saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (12/2/2025).
Yuliot menjelaskan, anggaran untuk masing-masing pipa gas Cisem dan Dusem adalah Rp1,79 triliun dan Rp2,43 triliun. Proyek tersebut menggunakan skema anggaran kontrak tahun jamak (Multiyears).
“Untuk pembangunan pipa gas bumi CISEM tahap 2 sebesar Rp1,79 trilliun dan DUSEM sebesar Rp2,43 triliun dengan skema multiyears kontrak,” ujar Yuliot.
Diketahui, proyek transmisi pipa gas bumi Cisem dan Dusem merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 109 Tahun 2020.
Proyek Cisem I yang telah selesai di tahun 2024 terbangun sepanjang 60 KM yang membentang dari Semarang-Batang. Proyek lanjutan Cisem II sedang berlangsung sampai tahun 2026 sepanjang 240 KM yang membentang dari Batang-Cirebon-Kandang Haur.
Potensi demand pipa CISEM tahap II ini, antara lain industri di Cirebon, Tegal. Pekalongan, Brebes dan Pemalang dengan volume sekitar 5,8-12 MMSCFD. Selain itu, konsumen komersial seperti hotel dan restoran. Juga, jaringan gas rumah tangga, kilang minyak Balongan dengan volume 24 MMSCFD dan berpotensi meningkat hingga 42 MMCSFD. Demand lainnya adalah pembangkit tenaga listrik dengan volume 189-199 MMCSFD.
Sementara, Pipa Dusem dibangun sepanjang 400 KM yang akan selesai pada tahun 2027.





