40 Persen Baterai Kendaraan Listrik di Dunia Berasal dari RI, Tapi Hilirisasi di Cina

JAKARTA, BN NASIONAL – Indonesia memiliki 23 persen cadangan nikel di dunia, yang terdiri dari 5,2 miliar ton bijih dan 57 juta ton logam. Tentunya, hal tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu pemasok untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho mengungkapkan, 40 persen baterai kendaraan listrik/Electric Vehicle (EV) yang ada di dunia menggunakan nikel dari Indonesia.

“Kalau kondisi sekarang seluruh dunia kalau kita lihat secara garis besar, itu kemungkinan hampir 40-45 persen kendaraan EV, mobil EV ada di dunia asalnya baterainya sebenarnya dari Indonesia,” kata Toto dalam Rapat Dengan Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin (17/2/2025).

Namun, Toto menyangkan hilirisasi yang dilakukan tersebut tidak dilakukan di Indonesia, melainkan negara lain yang melakukan hilirisasi dengan bahan baku dari Indonesia.

Baca juga  Hanya 5 menit pergerakan sehari yang bisa membantu mencegah demensia

“Dia (nikel) dibawa ke di Cina di proses waktu itu terus dikirim ke Cina, ke Amerika, dan ke Eropa. Jadi sebenarnya sumbernya itu ada di Indonesia, cuman proses hilirisasinya tidak terjadi keseluruhannya di Indonesia. Inilah yang saya rasa suatu hal yang sangat strategis buat Indonesia,” jelas Toto.

Menurut Toto, nilai tambah yang dihasilkan dari nikel menjadi baterai bisa mencapai 16 kali lipat lebih tinggi. Mulai dari pengolahan menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang mencapai nilai tambah 4 kali lipat.

“Kalau nikel ore-nya seperti kita lihat mungkin kita sebagai basis, tapi setelah kita olah menjadi MHP itu satu tahapan berikutnya bisa empat kali,” ujar Toto.

“Kalau kita terus mengolahnya menjadi baterai materials, baterai manufaktur dan juga kendaraan jadi per ton nickel-nya itu memiliki nilai multiplier yang signifikan sampai 16 kali lebih lipat,” tambahnya.

Baca juga  Genosida Israel yang didukung AS di Gaza memasuki hari ke-305