JAKARTA, BN NASIONAL – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mempercepat rencana revitalisasi Reaktor Riset GA Siwabessy guna memperkuat produksi radioisotop dalam negeri.
Sebagai langkah strategis, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menerima kunjungan dari China National Nuclear Corporation (CNNC) dan China National Nuclear Corporation Overseas Ltd (CNOS) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Dalam pertemuan ini, Handoko menyampaikan apresiasi atas dukungan CNNC yang melakukan investigasi terhadap fasilitas reaktor riset di Serpong.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kunjungan Anda, dan kesempatan untuk melihat langsung kondisi reaktor riset kami. Tujuan utama kami adalah secepat mungkin merevitalisasi Reaktor Riset GA Siwabessy agar menjadi basis produksi utama radioisotop di Indonesia,” ujar Handoko.
Ia menekankan bahwa revitalisasi ini memiliki tantangan besar, dimulai dari pemeriksaan kelayakan reaktor. Oleh karena itu, BRIN menggandeng CNNC untuk memberikan rekomendasi teknis terkait langkah-langkah yang diperlukan.
“Apakah revitalisasi ini layak dilakukan? Jika ya, bagaimana kita harus melangkah ke tahap berikutnya? Ini adalah pertanyaan yang harus kita jawab bersama,” tambahnya.
Dalam presentasi yang disampaikan CNNC, dibahas berbagai aspek mulai dari modernisasi reaktor, pengelolaan limbah nuklir, produksi radiofarmaka, hingga strategi jangka panjang untuk pengelolaan bahan bakar. Handoko menyoroti bahwa Indonesia masih bergantung pada impor radioisotop, yang menyebabkan harga tinggi dan keterbatasan pasokan.
“Pasar domestik kita belum berkembang karena biaya yang tinggi dan keterbatasan pasokan. Padahal, permintaan sangat besar, terutama untuk kebutuhan medis seperti pengobatan kanker, yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia,” jelasnya.
BRIN berharap revitalisasi reaktor ini dapat menjadikan Indonesia sebagai produsen utama radioisotop untuk kebutuhan dalam negeri, bahkan berpotensi memasok ke negara-negara tetangga. Handoko juga membuka peluang kerja sama dengan CNNC dalam pengadaan bahan baku sebelum revitalisasi reaktor selesai.
Sebagai tindak lanjut, BRIN meminta CNNC menyusun proposal rinci terkait langkah-langkah revitalisasi, termasuk estimasi biaya dan waktu pengerjaan. Hal ini penting agar BRIN dapat mengambil keputusan terbaik dalam merealisasikan proyek ini.
“Reaktor penelitian kami saat ini sudah cukup tua, sehingga kami perlu mempertimbangkan opsi terbaik untuk masa depan. Kami berharap dapat segera bekerja sama guna memastikan ketersediaan radioisotop dan radiofarmaka yang cukup serta terjangkau di Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Saiful Bahri, melaporkan bahwa delegasi CNNC dan CNOS telah mengunjungi berbagai fasilitas nuklir di Serpong sejak 3 Maret hingga 6 Maret.
“Kegiatan ini berlangsung sejak 3 Maret hingga 6 Maret. Rekan-rekan dari CNNC telah mengunjungi berbagai infrastruktur utama kami, termasuk reaktor riset, fasilitas fabrikasi bahan bakar, fasilitas radiasi dan farmasi, serta pengelolaan limbah,” ujar Saiful.
Menurutnya, delegasi CNNC tidak hanya meninjau fasilitas, tetapi juga berdiskusi mengenai kebutuhan masa depan Indonesia dalam bidang radiasi, farmasi, dan pengelolaan limbah nuklir.
“Kami menjelaskan berbagai hal penting terkait peningkatan dan revitalisasi reaktor riset kami, serta teknologi yang paling sesuai untuk pengembangan lebih lanjut. CNNC pun berbagi praktik terbaik dan pengalaman mereka untuk mendukung upaya ini,” tambahnya.
Ia berharap kunjungan ini menjadi tonggak penting bagi kerja sama BRIN dan CNNC dalam pengembangan infrastruktur dan teknologi nuklir Indonesia.
“Kerja sama ini bisa menjadi penguatan infrastruktur nuklir dan penelitian kami di masa mendatang. Kami menantikan paparan lebih lanjut dari CNNC terkait rekomendasi mereka untuk kemajuan teknologi nuklir Indonesia,” jelasnya.
Turut hadir dalam pertemuan ini Deputy Chief Representative of China National Nuclear Corporation (CNNC) Asia Office Chen Minfeng, Chief Representative of CNNC Indonesia Su Bin, Director Design for Reactor CNOS Sun Xiong, serta Director Research and Development of Decommissioning Technology for Nuclear Facilities CNOS Zhou Xiangqiang. CNNC merupakan badan usaha milik negara Tiongkok yang bergerak di bidang tenaga nuklir, siklus bahan bakar nuklir, aplikasi nuklir, serta perlindungan lingkungan dan kerja sama internasional.





