ANTAM Genjot Produksi dan Hilirisasi, Kinerja 2024 Meningkat

JAKARTA, BN NASIONAL – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja operasional yang kuat sepanjang 2024. Anak usaha MIND ID ini meningkatkan produksi dan penjualan komoditas utama seperti nikel, emas, dan bauksit, sekaligus mempercepat proyek hilirisasi.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arianto S Rudjito, mengatakan capaian tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri.

“ANTAM terus menjaga keunggulan operasional dan efisiensi biaya produksi, sehingga mampu mencatatkan optimalisasi kinerja penjualan maupun produksi di tengah dinamika industri,” ujar Arianto dalam Earnings Call ANTAM Tahun Buku 2024 di Jakarta, Senin (15/4/2025).

Produksi bijih nikel sepanjang tahun lalu mencapai 9,94 juta wet metric ton (wmt) dengan penjualan 8,34 juta wmt. Feronikel tercatat sebesar 20,10 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi), dan penjualan 19,45 ribu tNi, terutama ke pasar Tiongkok, India, dan Korea Selatan.

Baca juga  PHR Gelar Survei Seismik 3D di Siak: Berburu Cadangan Minyak Baru untuk Ketahanan Energi

Penjualan emas mencapai rekor tertinggi 43,78 ton atau naik 68% dibandingkan tahun sebelumnya. ANTAM juga mencatat penjualan bauksit sebesar 736 ribu wmt untuk kebutuhan smelter dalam negeri.

Di sisi lain, ANTAM mempercepat realisasi proyek hilirisasi, salah satunya pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Proyek ini ditargetkan beroperasi tahun ini dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun.

“Selain menjaga operasional yang solid dan berkelanjutan. Di saat yang sama, ANTAM juga agresif merealisasikan proyek-proyek strategis nasional yang mendukung hilirisasi dan transisi energi,” jelas Arianto.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga menjadi fokus. ANTAM memasok bahan baku baterai seperti nikel dan bauksit untuk mendukung transisi energi nasional. Di Gresik, ANTAM sedang membangun pabrik pengolahan logam mulia untuk memperluas pasar ke wilayah Indonesia Timur.

Baca juga  Para Astronom Terkejut dengan Ledakan Sinar Gamma M87

“Pengembangan proyek ini juga menjadi bagian dari kontribusi ANTAM terhadap kebijakan nilai tambah nasional (domestic added value), serta mendukung peningkatan devisa melalui hilirisasi produk logam mulia,” ujar Arianto.

Perusahaan juga mengakuisisi 30% saham PT Jiu Long Metal Industry (JLMI) melalui anak usaha PT Gag Nikel. JLMI memproduksi Nickel Pig Iron (NPI) dengan kapasitas 28 ribu ton per tahun di Weda, Maluku Utara.

“Kami tidak hanya berorientasi pada volume produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah dari mineral yang kami kelola. Hilirisasi adalah kunci menuju masa depan industri tambang Indonesia yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya.

“Dengan eksekusi proyek-proyek strategis ini, menegaskan komitmennya untuk menjadi pemain kunci dalam transformasi industri pertambangan nasional—tidak hanya sebagai penyedia bahan mentah, tetapi sebagai katalisator pertumbuhan industri berbasis hilirisasi dan berkesinambungan,” pungkas Arianto.

Baca juga  Tengkorak Anjing Berusia 11.000 Tahun Menulis Ulang Kisah Domestikasi