Jakarta, 31 Juli 2025 – PT TIMAH Tbk (TINS) melaporkan penurunan tajam pada kinerja produksi dan penjualan di semester I 2025. Meski demikian, perusahaan masih mampu mencetak laba bersih sebesar Rp300,07 miliar atau setara 93 persen dari target Rp322,64 miliar.
Sepanjang semester I 2025, produksi bijih timah perseroan tercatat sebesar 6.997 ton Sn, turun signifikan 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 10.279 ton Sn.
Penurunan juga terjadi pada produksi logam timah yang merosot 29 persen menjadi 6.870 metrik ton, serta penjualan logam timah yang hanya mencapai 5.983 metrik ton atau turun 28 persen dari tahun sebelumnya.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat, keterbatasan cadangan, dan maraknya aktivitas penambangan ilegal disebut sebagai penyebab utama tertekannya kinerja produksi perusahaan.
“Perseroan terus berupaya mengoptimalkan volume produksi melalui peningkatan sumber daya dan cadangan, penambahan armada produksi dan jumlah tambang, pengamanan wilayah Izin Usaha Pertambangan, serta transformasi proses bisnis agar dapat mencapai target sebagaimana yang telah ditetapkan Perseroan,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS Fina Eliani.
Dari sisi keuangan, pendapatan perusahaan turun 19 persen menjadi Rp4,22 triliun dari Rp5,21 triliun pada semester I 2024.
Laba usaha juga menyusut dari Rp687 miliar menjadi Rp380 miliar. EBITDA tercatat sebesar Rp838 miliar, turun 31 persen dari Rp1,21 triliun.
Kinerja keuangan yang lebih rendah ini mencerminkan tekanan yang signifikan akibat merosotnya volume produksi dan penjualan, meskipun harga jual rata-rata logam timah naik 8 persen menjadi USD32.816 per metrik ton.
Untuk tahun ini, PT Timah menargetkan produksi bijih timah sebesar 21.500 ton Sn dan produksi logam timah sebesar 21.545 metrik ton.





