Pemerintah Siapkan Perpres, Sampah Disulap Jadi Listrik Hijau 272 GW

JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru untuk mempercepat pemanfaatan sampah menjadi sumber energi listrik hijau. Potensi yang bisa dihasilkan mencapai 272 Gigawatt (GW), setara puluhan kali kapasitas pembangkit listrik konvensional di Indonesia.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan, pada 2024 tercatat 13,6 juta ton sampah yang tidak terkelola. Jumlah ini merepresentasikan 40,1 persen dari total timbulan 33,8 juta ton sampah nasional.

“Kita sudah memetakan dari sisi teknologi ini kalau 1.000 ton sampah dimanfaatkan untuk energi listrik, ini bisa menghasilkan itu sekitar 20 Megawatt (MW),” kata Yuliot dalam forum Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Jika seluruh timbunan sampah tak terkelola dimanfaatkan, maka listrik yang dihasilkan bisa mencapai 272 GW. Menurut Yuliot, selain menjadi solusi krisis sampah perkotaan, langkah ini juga akan mendukung transisi energi bersih Indonesia.

Baca juga  Tunik Kuno di Makam Yunani Milik Alexander Agung, Klaim Studi Kontroversial

Untuk itu, pemerintah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar hukum beroperasinya pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

“Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Perpres-nya sudah diterbitkan, jadi bisa menjadi acuan pengolahan sampah perkotaan menjadi energi,” ujarnya.

Yuliot mencontohkan penumpukan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah DKI Jakarta. Sistem sanitary landfill di lokasi itu justru menimbulkan persoalan baru karena volume sampah yang terus membesar.

“Seperti di Jakarta dibuang ke Bantargebang. Persoalan itu kan hanya ditumpuk sampahnya tidak habis, justru terjadi penumpukan,” katanya.

Selain mengurangi beban TPA, pengolahan sampah menjadi energi juga diyakini bisa menekan pencemaran sungai hingga laut akibat sampah rumah tangga.

“Bahkan kalau sampai ke laut itu menjadikan suatu pencemaran ke wilayah perairan. Jadi, ini kita melihat bagaimana sampah ini bisa dilakukan pengolahan,” ujarnya.

Baca juga  Pelatih Pribadi Berbasis Pergelangan Tangan Fitbit Versa 4 Kembali dengan Harga Rekor Rendah Baru Menjelang Tahun Baru