Pemerintah Genjot Pembangunan Jargas, 115 Ribu Sambungan Baru Mulai 2025

JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM menargetkan pembangunan 115.264 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) pada 2025–2026. Langkah ini menandai kebangkitan kembali program jargas yang sempat terhenti pada 2023–2024.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ditjen Migas dengan 15 pemerintah kabupaten/kota penerima manfaat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (19/9/2025). Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menekankan pentingnya MoU ini untuk memperlancar koordinasi dengan pemerintah daerah.

“MoU ini bertujuan pertama adalah kita ingin membangun jaringan gas bumi di Kota maupun Kabupaten. Dengan adanya MoU, koordinasi dengan Pemerintah Daerah bisa dilakukan sejak awal agar tidak ada keterlambatan pada saat implementasi,” ujarnya.

Laode mengungkapkan, manfaat jargas sudah terbukti dirasakan masyarakat, mulai dari harga lebih murah, lebih aman, ramah lingkungan, hingga kemudahan akses. Ia bahkan mencontohkan dirinya sebagai pengguna jargas di Tangerang Selatan.

Baca juga  Listrik Kalimantan Surplus, Lonjakan Mobil Listrik 6,5 Kali Lipat Jadi Sorotan Jelang Lebaran

“Saya sendiri adalah pengguna jargas di Tangerang Selatan. Walaupun menggunakan harga tertinggi, tetap lebih murah dibandingkan biaya energi lainnya. Inilah bukti nyata pentingnya pembangunan jargas untuk masyarakat,” tegasnya.

Laode menambahkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan mencanangkan tambahan 1 juta SR di luar target awal.

“Selama 10 tahun, jumlah sambungan rumah belum mencapai 1 juta. Nah, Bapak Menteri nanti akan mencanangkan 1 juta SR tambahannya lagi dari yang sudah ada. Jadi di tahap pertama, 115.264 SR, dan akan disusul oleh SR berikutnya,” papar Laode.

Plt. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Agung Kuswardono, menjelaskan pembangunan jargas dilakukan dengan kontrak tahun jamak (multi years contract) dan ditargetkan mulai konstruksi pada November 2025. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang mendukung program ini.

Baca juga  Jam Tangan Pintar Garmin Instinct 2 Turun Hingga Di Bawah $200, Harga Terendah Yang Pernah Saya Lihat

“Setelah sempat terhenti, kini pembangunan jargas kembali dilanjutkan berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan,” kata Agung.

Dukungan juga datang dari daerah. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman menyebut jargas memberi manfaat besar bagi warga Wajo.

“Alhamdulillah, teman-teman dan saudara-saudara kita di Wajo sudah menikmati manfaat jargas. Dengan tambahan sekitar 4.000 sambungan baru, tentu ini akan semakin meringankan beban masyarakat karena harga gas jauh lebih murah, bisa mencapai 50% dibandingkan energi lain,” ujarnya.

Ia berharap jargas tak hanya sebatas sambungan rumah tangga, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas SDM lokal, hingga menggerakkan ekonomi daerah.