JAKARTA, BN NASIONAL – Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menyebut saat ini Indonesia belum memiliki data sumber daya maupun cadangan dari mineral radioaktif berupa uranium dan thorium. Pasalnya, data mineral radioaktif relatif sedikit dan tidak sebanyak dengan mineral lainnya.
Ketua IAGI STJ Budi Santoso mengatkaan, minimnya data mineral radioaktif karena regulasi yang membatasi untuk melakukan eksplorasi.
“Regulasi untuk memperbolehkan melakukan eksplorasi (radioaktif) itu sangat ketat, karena ada unsur radioaktifnya. Sehingga tidak ada perusahaan swasta yang diperbolehkan atau memiliki konsesi untuk melakukan eksplorasi terhadap mineral-mineral tersebut,” kata Budi saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (20/2/2025).
Dulunya, eksplorasi mineral radioaktif pernah dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Namun, hasil eksplorasi tersebut diabaikan dan Batan telah dilebur dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“(Radioaktif) dia konsentrasinya kecil. Karena dia kecil, apalagi dulu regulasinya sulit jadi diabaikan, karena diabaikan pada saat ditanya, kita susah. Begitu data tidak banyak, kita tidak bisa melakukan penghitungan,” jelas Budi.
Menurut Budi, data yang ada mengenai mineral radioakatif saat ini hanya potensi, sehingga belum dapat dikatakan sebagai sumber daya maupun cadangan.
“Kita hanya bisa bicara, oh ada di sana potensinya, estimasi ada, karena sekian ton kadarnya sekian, ya estimasinya antara sekian sampai sekian ribu ton misalnya. Tapi sifatnya masih sangat estimatif dan masih belum bisa disebut sebagai sumber daya dan cadangan,” ujar Budi.





