Ancaman Mematikan Demam Lassa: Bayang-bayang Kematian Mengintai di Nigeria

by admin
2 minutes read

JAKARTA, BN NASIONAL

Nigeria d irundung duka. Dalam empat bulan terakhir, 156 nyawa melayang akibat Demam Lassa, penyakit mematikan yang d itularkan dari hewan ke manusia. Seolah tak cukup, virus ini kian menggila, merambah 28 negara bagian, tak terkecuali Ibu Kota Abuja.

Data Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC) bagaikan tamparan keras. Sejak 1 Januari hingga 28 April, tercatat 857 kasus Demam Lassa, merenggut harapan dan masa depan. Tragedi ini kian pilu, mengingat tahun lalu, 1.170 kasus serupa merenggut 219 jiwa.

Akar permasalahan ini tertanam sejak lama. Jejak kelam Demam Lassa pertama kali terdeteksi di Nigeria pada tahun 1969 di Negara Bagian Borno. Penularannya pun terbilang rumit, bersembunyi di balik tikus multimammate (Mastomys natalensis). Hewan pengerat yang umum d ijumpai di Afrika Barat ini, menjadi biang keladi penyebaran virus melalui urine dan kotorannya yang mencemari makanan dan barang-barang rumah tangga.

Bayangan kematian kian menghantui. Demam Lassa tak segan menunjukkan tajinya yang mematikan. Gejalanya pun beragam, mulai dari demam tinggi, sakit kepala parah, hingga pendarahan internal. Jika tak segera d itangani, virus ini dapat menyerang organ vital, seperti hati, ginjal, dan limpa, berujung pada kematian.

Tragedi Demam Lassa di Nigeria menjadi pengingat pahit bagi kita semua. Virus ini tak pandang bulu, mengintai di setiap sudut, siap menerkam kapanpun. Kewaspadaan dan langkah pencegahan dini menjadi kunci utama dalam memerangi penyakit mematikan ini.

Mari bersama-sama tingkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Demam Lassa. Edukasi tentang cara hidup bersih dan sehat, pemberantasan tikus, serta akses layanan kesehatan yang memadai, harus menjadi prioritas utama.

Hanya dengan kepedulian dan langkah nyata, kita mampu menyelamatkan diri, keluarga, dan orang-orang tercinta dari cengkeraman maut Demam Lassa.**

related posts