JAKARTA, BN NASIONAL – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus mendorong komitmen keberlanjutan dalam operasionalnya. Tahap produksi logam emas juga menjadi salah satu fokus utamanya untuk mencapai label emas hijau atau Green Gold.
Executive Strategic Partner Expert Specialist Antam, Anas Safriatna, menyampaikan bahwa meski kebutuhan energi di Logam Mulia relatif lebih kecil dibandingkan smelter maupun aktivitas penambangan lainnya, perusahaan tetap berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan.
“Ini yang juga penting buat kami di LogamMulia. Di Logam Mulia ini meskipun secara proses kebutuhan energinya cukup sedikit dibandingkan smelter ataupun aktivitas penambangan lain ,” ujar Anas dalam Sosialisasi MediaMIND 2025 di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Ia menjelaskan, saat ini hampir 93 persen energi yang digunakan di Logam Mulia bersumber dari energi terbarukan. Hal ini menjadi bagian dari strategi Antam untuk menghadirkan produk emas yang tidak hanya bernilai investasi tinggi, tetapi juga ramah lingkungan.
Komitmen tersebut sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan tuntutan global terhadap industri pertambangan untuk mengurangi emisi karbon. Dengan langkah ini, Antam menargetkan dapat memperkuat posisi emas Antam di pasar internasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi konsumen yang semakin peduli terhadap aspek keberlanjutan.
“namun kami tetap komit untuk melakukan perbaikan sehingga di akhirnya nanti kami bisa membanggakan atau bisa mengeklaim bahwa emas Antam itu sudah green gold karena hampir 93 persen energi yang dipakai itu adalah sumbernya dari energi terbarukan,” jelasnya.





