JAKARTA, BN BABEL.
Kementerian Energi AS kunjungi Reaktor Nuklir Kartini BRIN di Kawasan Sains dan Edukasi Achmad Baiquni Babarsari, Yogyakarta.
Kunjungan tersebut d ilakukan guna memastikan pelaksanaan aspek keamanan nuklir berjalan dengan baik.
Jessica Bateman, perwakilan Office of International Nuclear Security AS, mengatakan bahwa persyaratan keamanan Reaktor Nuklir Kartini masuk kategori III. Ini d inyatakan sudah sesuai standar International Atomic Energy Agency (IAEA).
“Berdasarkan standar keamanan nuklir, percepatan peningkatan keamanan nuklir perlu terus d ilakukan mengikuti perubahan di Kawasan Nuklir Yogyakarta,” kata Jessica.
Jessica mengapresiasi implementasi keamanan dan persyaratan yang d itetapkan di Reaktor Nuklir Kartini.
“Sistem proteksi fisik Reaktor Kartini yang terpasang sudah cukup baik dan terintegrasi dengan pusat kendali,” katanya.
Direktur Fasilitas Ketenaganukliran BRIN, Muhammad Subekti, percepat tingkatkan proteksi radiasi dan keamanan Kawasan Nuklir Yogyakarta.
“Kami hadapi banyak tantangan baru, seperti upgrade keamanan dengan desain ulang sistem proteksi fisik di Kawasan Nuklir Yogyakarta,” kata Subekti.
“Keamanan adalah aspek terbaru d iimplementasikan di fasilitas nuklir,” ujar Koordinator Pelaksana Reaktor Nuklir Kartini, Umar Sahiful Hidayat.
“Amerika Serikat menjadi negara yang banyak memberikan bantuan terkait software dan hardware untuk meningkatkan aspek keamanan fasilitas nuklir kepada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,” kata Umar.
Ia menambahkan, aspek 3S (Safety, Safeguards, dan Security) pada fasilitas nuklir terutama reaktor nuklir harus d iimplementasikan sesuai dengan peraturan nasional Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan IAEA.
“Reaktor Kartini adalah salah satu fasilitas nuklir yang sudah memiliki rekam jejak kerja sama dengan U.S. Department of Energy (USDOE) untuk meningkatkan aspek security sejak 2003. Beberapa komponen nuklir di Reaktor Kartini d ibuat US, sehingga terikat perjanjian aspek keamanan penggunaannya,” jelas Umar.
Menurutnya, USDOE secara berkala meninjau fasilitas Reaktor Nuklir Kartini yang ada di Indonesia.
Terkait peluang pengembangan kolaborasi ke depannya, AS terus mengawal keamanan nuklir secara global pada umumnya dan kepada Indonesia khususnya, termasuk kepada Reaktor Nuklir Kartini.
“Bantuan peralatan proteksi fisik dan pelatihan kepada personel keamanan BRIN selalu terbuka dan bisa d isponsori oleh USDOE,” katanya.(*)





