Bahlil: Indonesia Tak Akan Mundur dari Hilirisasi Meski Ditekan Asing

News119 Dilihat

JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pihaknya tidak akan mundur menjalankan mandat hilirisasi meski mendapatkan tekanan dari pihak asing.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo kepada kami, dan saya Menteri ESDM, sejengkal pun saya tidak akan mundur dari tekanan-tekanan asing untuk melanjutkan apa yang menjadi program hilirisasi, enggak ada,” kata Bahlil dalam sambutannya di acara Human Capital Sumit 2025, Selasa (3/6/2025).

Ia menerangkan, pemerintah saat ini sudah merencanakan program hilirisasi sampai 2040 sebesar US$618 miliar dari segala aspek. Banyak pihak asing yang tidak senang dengan program ini.

“US$618 miliar ini kita bangun hilirisasi dari semua aspek. Tidak hanya pada aspek oil and gas, tidak hanya pada mineral batubara. Pertanian, perikanan, perkebunan. Ini yang sedang ditakuti oleh beberapa negara lain,” jelas Bahlil.

Baca juga  Mengapa beberapa makhluk kuno meninggalkan fosil sementara yang lain menghilang?

Saat ini sudah banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari berbagai aspek yang menyerang soal bahaya hilirisasi yang dijalankan oleh Indonesia.

“Makanya sekarang banyak LSM yang mulai serang-serang Indonesia untuk menyangkut hilirisasi. Serang menyangkut nikel, serang menyangkut boksit, serang menyangkut dengan timah. Kenapa, karena mereka tahu ini,” ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan, pihak asing tidak berhak untuk mengatur rencana besar Indonesia mengenai hilirisasi, karena kemerdekaan Indonesia merupakan perjuang, bukan pemberian.

“Negara kita ini kita merdeka dengan pengorbanan jiwa dan raga. Tidak seperti negara lain yang diberikan kemerdekaan. Dan karena itu enggak ada alasan untuk negara lain mengatur negara kita. Karena kita juga tidak pernah mengatur negara lain,” katanya.