JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut aturan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tiga tahun menjadi salah satu penyebab harga batubara turun.
Diketahui, pada tahun 2025 target produksi batubara sebesar 739,7 juta ton. Saat ini harga batubara juga tengah dalam koreksi yang mencapai 30 persen akibat dari turunnya permintaan dan tingginya produksi.
“Iini gara-gara apa, RKAB tiga tahun ini. Akhirnya sekarang harga turun kita tidak bisa mengendalikan, ini kita bicara bisnis,” kata Bahlil dalam paparan capaian kinerja Kementerian ESDM, Senin (11/8/2025).
Kedepannya, Bahlil akan mengembalikan aturan RKAB yang sekarang berlaku setiap tiga tahun menjadi tahunan seperti yang sebelumnya sudah dilaksanakan.
“Atas apa yang diminta oleh DPR kepada kami untuk melakukan revisi RKAB, dan ini kita akan lakukan tanpa padang bulu supaya menjaga stabilitas,” ujar Bahlil.
Menurutnya, dengan mengendalikan produksi batubara melalui RKAB, harga juga ikut terkendali dengan mempertimbangkan permintaan.
“Kalau memang harganya belum bagus, ya kita kelola dengan penuh hati-hati, sebagian kita harus tinggalkan kepada anak cucu kita, jangan kita beranggapan bahwa seolah-olah dunia ini hanya untuk kita saja, kita kan sebentar lagi ini akan woyam naunal maun sebagian kan, kira-kira begitu. Jadi, cara pengelolaan sumber daya alam kita juga harus hati-hati,” jelas Bahlil.





