Bali, BN Nasional – Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim membuat banyak tuntutan bagi perusahaan dalam bidang bisnis yang mementingkan ukuran jumlah total dari karbon dioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya yang diemisikan oleh suatu komunitas, populasi, sistem kerja, maupun pribadi atau yang lebih sering disebut Footprint.
Maka dari itu, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) membuat Kadin Net Zero Hub untuk memfasilitasi para perusahaan-perusahaan yang ingin menuju net zero company.
Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan Kadin, Muhammad Yusrizki mengatakan, Kadin terus berupaya menarik perhatian perusahaan untuk tergabung dalam kadin net zero hub ini, salah satunya dengan Indonesai Net Zero Summit 2022.
“Indonesia Net Zero Summit menjadi wadah untuk memperbanyak lagi perusahaan-perusahaan yang ingin bergabung dalam gerakan net zero, dan kita mau lebih banyak lagi partner dari luar negeri,” kata Yusrizki dalam kegiatan Media Gathering Indonesia Net Zero Summit 2022 di Bali, Kamis (10/11/2022).
Net Zero Summit 2022 juga dilakukan agar para perusahaan dapat mengambil keputusan, bahwa net zero saat ini adalah suatu keharusan dalam dunia bisnis.
“Kita juga memberikan keyakinan bahwa net zero ini bukan sesuatu yang tidak mungkin, sekaligus membangun kepercayaan untuk memulai net zero ini,” jelas Yusrizki.
Tidak hanya itu, Kadin Net Zero Hub juga memfasilitasi perusahaan yang tergabung dengan Corporate Asistant Program (CAP) yang merupakan pelatihan dan bantuan kepada perushaan untuk menghitung emisi yang bekerja sama dengan tim internal mereka.
“CAP ini dalam kurun waktu 8 sampai 16 minggu untuk membantu mereka tanpa dipungut biaya, harapannya perusahaan tidak perlu memahami pengetahuan ini. Minimal dalam 8 sampai 16 minggu itu mereka punya rencana untuk diaplikasikan dalam 20 sampai 30 tahun kedepan,” jelasnya.
Kadin juga tidak memaksakan perusahaan untuk tergabung dalam Kadin Net Zero Hub, melainkan Kadin membuka diri kepada perusahaan tanpa adanya paksaan. “Mereka yang berbondong-bondong datang kepada kita untuk menjadi net zero company,” kata Yusrizki.





