JAKARTA, BN NASIONAL – Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan proyek strategis di hulu migas menelan biaya US$36,25 miliar atau setara Rp568 triliun (asumsi kurs Rp15.680 per dolar).
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, terdapat 6 proyek hulu migas yang masuk dalam PSN, sedangkan 135 proyek lainnya non PSN.
“Total investasi sebesar US$36,25 miliar, yang terdiri dari 6 proyek strategis nasional. Dan 135 Proyek non PSN,” kata Dwi dalam IOG SCM Summit 2024 di Jakarta Convention Center, Rabu (14/8/2024).
Berdasarkan data dari SKK Migas, terdapat 4 proyek yang masuk dalam PSN, yakni Asap Kido Merah Genting Oil Kasuri, BP Tangguh: UCC, Indonesia Deepwater Development (IDD) dan Geng North, serta Abadi Masela.
Adapun, Proyek PSN tersebut menenal biaya sebesar US$32,47 miliar atau setara Rp509 triliun (asumsi kurs Rp15.680 per dolar).
Sementara, 135 proyek non PSN menelan biaya investasi senilai US$3,78 miliar atau sekitar Rp59 triliun (asumsi kurs Rp15.680 per dolar).
Untuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), Dwi menyebut, per 30 Juni 2024 mencapai US$2,26 miliar dari US$4,35 miliar atau sebesar 57,52 persen.
“TKDN, kami juga berkomitmen untuk mencapai target TKDN tahun ini. Saat ini targetnya sekitar 13,9 miliar USD dengan TKDN sekitar 48 hingga 60%,” jelas Dwi.





