JAKARTA, BN NASIONAL – MIND ID, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, semakin memperkuat peran perempuan di sektor tambang dengan menerapkan Women’s Empowerment Principles (WEPs), sebuah standar global yang dikembangkan oleh UN Women dan UN Global Compact.
Langkah ini sejalan dengan komitmen MIND ID dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil, inklusif, dan produktif bagi seluruh karyawan tanpa diskriminasi.
Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf, menegaskan bahwa perusahaan telah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keterlibatan perempuan di seluruh rantai bisnis, dari produksi hingga pengambilan keputusan strategis.
“Dalam memperingati Hari Perempuan Sedunia, MIND ID kembali mengukuhkan komitmen untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang adil, inklusif, dan produktif bagi seluruh karyawan tanpa diskriminasi. Komitmen ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan peran wanita,” kata Heri dalam keterangannya dikutip Rabu (12/3/2025).
Jumlah pekerja perempuan di Grup MIND ID terus meningkat, dari 1.715 orang pada 2022 menjadi 2.397 orang pada 2023. Di tingkat MIND ID sendiri, proporsi pekerja perempuan telah mencapai 37% dari total 130 karyawan pada 2023.
Tak hanya meningkatkan jumlah pekerja perempuan, MIND ID juga mengoptimalkan teknologi dan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sehingga membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkarier di industri tambang.
Selain itu, perusahaan menerapkan Employee Wellbeing Program serta Respectful Workplace Policy, yang bertujuan menciptakan tempat kerja yang lebih aman dan nyaman bagi pekerja perempuan.
MIND ID percaya bahwa penguatan women empowerment tidak hanya meningkatkan performa internal, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian nasional.
Data UN Women menunjukkan bahwa perusahaan dengan lebih banyak perempuan di posisi kepemimpinan senior cenderung memiliki kinerja lebih baik.
Bahkan, peningkatan pemberdayaan perempuan secara nasional diperkirakan dapat menambah USD 135 miliar terhadap PDB tahunan, atau 9% lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan.
“Kami percaya _women empowerment_ akan mampu menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi industri pertambangan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Heri.





