Dorong PLTN, BRIN dan Rosatom Rusia Perkuat Kerja Sama Teknologi Nuklir untuk Transisi Energi Bersih

JAKARTA, BN NASIONAL – Indonesia semakin serius memanfaatkan energi nuklir sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih untuk mendukung pembangunan ekonomi dan industri nasional.

Dalam upaya memperkuat pemahaman teknologi nuklir, Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan PT PLN Nusantara Power dan perusahaan energi nuklir asal Rusia, Rosatom, menggelar lokakarya bertajuk “Indonesian-Russian Workshop on Nuclear Energy Solutions and Socio-Economic Effects of NPP Construction” di Kawasan Sains Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung, Rabu (26/2/2025).

Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir, Topan Setiadipura, menyampaikan lokakarya ini bertujuan memperkuat kerja sama teknologi nuklir sekaligus memahami dampaknya bagi ekonomi dan industri nasional.

“Kami ingin mengenal lebih jauh solusi teknologi yang ditawarkan oleh Rusia. Secara khusus, kami mengundang pakar dari negara yang telah mengadopsi teknologi nuklir Rusia, seperti Turki dan Hungaria, untuk berbagi pengalaman. Kami ingin memahami alasan teknis dan sosial-ekonomi di balik pemilihan nuklir sebagai sumber energi serta dampaknya bagi pengembangan energi dan industri nasional mereka. Dari lokakarya ini, kami mendapat banyak pembelajaran dari Turki dan Hungaria,” ujar Topan.

Baca juga  Apa yang Diungkapkan oleh Perlambatan Primark Tentang Konsumen yang Berhati-hati

Menurutnya, Indonesia perlu bergerak cepat untuk mencapai target penerapan teknologi nuklir secara komersial pada 2030-2034.

“Waktunya sangat singkat, sehingga kita perlu belajar dari negara-negara yang telah lebih dahulu mengimplementasikan teknologi ini, baik dari pengembangnya, seperti Rosatom Rusia, maupun dari negara pengguna seperti Turki dan Hungaria,” jelas Topan.

Lokakarya ini menghadirkan pakar energi, perwakilan pemerintah, serta pelaku industri dari Indonesia dan Rusia. Dua topik utama yang dibahas adalah pemanfaatan reaktor nuklir generasi terbaru sebagai solusi energi rendah karbon dan analisis dampak sosial-ekonomi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Rosatom di Indonesia, Anna Belokoneva, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan pentingnya berbagi pengalaman dalam pengembangan proyek nuklir nasional.

“Saya sangat senang melihat antusiasme rekan-rekan di Indonesia dalam menyelenggarakan lokakarya ini. Para ahli dari Moskow hadir untuk berbagi wawasan mengenai teknologi nuklir, pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta manfaat dari proyek nuklir nasional,” ujar Anna.

Baca juga  Gletser Kiamat Semakin Dekat dengan Keruntuhan yang Tidak Dapat Dipulihkan

Para ahli dari Turki dan Hungaria juga membagikan pengalaman mereka dalam membangun proyek nuklir nasional, yang dinilai sangat relevan bagi Indonesia.

“Kami berharap dapat menjawab berbagai pertanyaan dari para peserta dan memberikan wawasan yang memadai,” jelas Anna.

Salah satu peserta lokakarya, Anni Nuril Hidayati, peneliti postdoctoral di PRTRN BRIN, menilai diskusi ini sangat bermanfaat dalam memahami aspek teknis, regulasi, dan kesiapan infrastruktur yang dibutuhkan dalam pembangunan reaktor nuklir.

“Selain menguasai teknologi, kita juga harus memahami regulasi, persiapan keselamatan, serta prosedur penanganan darurat. Lokakarya ini sangat bermanfaat dalam memberikan gambaran menyeluruh terkait tantangan dan peluang yang akan dihadapi,” ungkap Nuril.

Dengan meningkatnya kesadaran akan manfaat energi nuklir dan urgensi transisi menuju energi bersih, Indonesia diharapkan dapat mengambil langkah strategis dalam pengembangan PLTN guna memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.

Baca juga  “A Total Shock” – Sarden Jepang Terdeteksi di Perairan AS