BN Nasional – Harga paladium melonjak ke posisi tertinggi 7 bulan pada Selasa (1/3/2022) karena sanksi Barat terhadap Rusia menyusul invasinya ke Ukraina meningkatkan kekhawatiran pasokan. Selain itu, ketegangan tersebut mendorong permintaan emas sebagai aset safe-haven.
Logam auto-katalis paladium melonjak 9,4% menjadi US$ 2.722,79 per ons. “Ada kekhawatiran luar biasa bahwa Rusia, pengekspor utama paladium, akan menghadapi gangguan karena larangan penerbangan menimbulkan masalah besar dalam mendapatkan pasokan ke berbagai tempat,” kata analis pasar di OANDA, Edward Moya.
“Persediaan pasar paladium sudah ketat dan risiko geopolitik menyebabkan kekurangan pasokan makin parah.”
Rusia adalah produsen paladium terbesar, di mana Nornickel yang berbasis di Moskow menyumbang 40% dari produksi tambang global logam tahun lalu.
Sementara harga emas melonjak 1,8% menjadi US$ 1.941,51 per ons karena krisis mendorong investor ke aset safe-haven. Adapun emas berjangka AS ditutup naik 2,3% jadi US$ 1,943,80.
Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman di tengah ketidakpastian dan kenaikan inflasi.
Investor juga mengantisipasi kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres AS pada Rabu (2/3/2022) untuk mengetahui kejelasan lebih lanjut kenaikan suku bunga di tengah ketegangan Ukraina dan lonjakan inflasi.
Sementara harga perak di spot naik 3,9% menjadi US$ 25,38 per ons dan platinum menguat 0,9% pada US$ 1.052,84.
Sumber: CNBC





