JAKARTA, BN NASIONAL
PT Pertamina (Persero) sedang melakukan percepatan pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dengan target penyelesaian pada tahun 2025.
Proyek Kilang Balikpapan telah mencapai tahap penting dengan pelaksanaan program Turn Around (TA) Revamp yang d ijadwalkan selesai pada awal Mei 2024. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan unit kilang eksisting dengan unit kilang baru hasil pelaksanaan proyek RDMP.
Keberhasilan proyek RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas produksi Kilang Balikpapan sebesar 100 ribu barel per hari, meningkatkan total kapasitas menjadi 360 ribu barel per hari dari sebelumnya 260 ribu barel per hari.
“Dalam proses revamping, kami memberikan dukungan penuh dan berharap semuanya berjalan lancar,” ujar Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, saat melakukan kunjungan di proyek RDMP Balikpapan pada Selasa (02/04/2024).
Nicke menegaskan bahwa proyek sebesar dan kompleks ini membutuhkan komitmen dan kerja sama tim yang kuat untuk mengatasi tantangan yang ada.
“Kami bertekad menyelesaikan proyek ini karena sangat d inantikan oleh masyarakat Indonesia. Proyek ini akan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia, dan kami bangga memiliki proyek sebesar ini,” jelas Nicke.
RDMP Balikpapan akan menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia setelah penyelesaiannya. Kapasitasnya akan melampaui Kilang Cilacap, yang saat ini menjadi kilang dengan kapasitas terbesar.
Saat ini, Kilang Cilacap memiliki kapasitas pengolahan minyak sebesar 345 ribu barel per hari. Kilang Balikpapan d iharapkan mampu mengolah minyak mentah hingga 360 ribu barel per hari. Selain peningkatan kapasitas pengolahan minyak, proyek ini juga akan meningkatkan produksi produk petrokimia hingga 225 ribu ton per tahun.*[]





