JAKARTA, BN NASIONAL – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berambisi memaksimalkan potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Potensi energi hijau ini diperkirakan mencapai 89,37 gigawatt (GW) dan tersebar di ratusan lokasi perairan di Indonesia.
“PLTS terapung dengan potensi sebesar 89,37 gigawatt yang tersebar di lebih dari 290 lokasi termasuk waduk, bendungan, dan danau,” kata Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Andriah Feby Misnah dalam acara China International Energy Storage (EESA) Summit 2025, Selasa (29/4/2024).
Selain PLTS terapung, pemerintah juga menyiapkan dua program lainnya untuk memperluas pemanfaatan energi surya. Salah satunya adalah pembangunan PLTS berbasis darat (ground mounted) dengan target kapasitas 4,68 GW hingga 2030.
“Yang ketiga adalah PLTS atap dengan target kuota eksisting sebesar 1,9 gigawatt pada tahun 2030,” ujarnya.
Feby menambahkan, saat ini pemerintah sedang mengusulkan peningkatan kuota untuk pemasangan PLTS atap, seiring dengan melonjaknya minat masyarakat terhadap sumber energi terbarukan tersebut.
PLTS atap dinilai sebagai jalan cepat untuk memperluas penggunaan energi surya secara partisipatif di kalangan masyarakat.
“Tidak seperti jenis PLTS lainnya, tujuan utama PLTS atap adalah untuk konsumsi sendiri, bukan untuk ekspor energi atau perdagangan listrik dengan PLN,” katanya.





