Kementerian ESDM Lakukan Kajian Subsidi Gas Hulu untuk Jargas

JAKARTA, BN NASIONAL – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang melakukan kajian untuk mengimplementasikan subsidi gas di hulu untuk jaringan gas (jargas).

Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, saat ini pemerintah sedang mencari jalan untuk memaksimalkan penggunaan jargas bagi rumah tangga.

“Karena kalau jargas jalan, LPG kan berkurang. Kita sudah analisa kalau dengan harga gas yang sekarang itu, ke masyarakat itu lebih mahal daripada LPG 3 kilo. Tapi lebih murah sebetulnya daripada LPG yang komersial,” kata Dadan saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (23/8/2024).

Namun, Dadan menyebut, untuk harga jargas saat ini masih lebih mahal jika dibandingkan dengan harga LPG yang subsidi, tetapi mendapatkan keuntungan tidak perlu membeli tabung lagi.

“Tapi kalau dengan harga 4,72 (US$/MMBTU) yang sekarang, itu harganya masih di atas harga per kilonya LPG yang subsidi.
Jadi nanti nyasarnya itu ke antara ini nih. Ke antara yang komersial dengan yang subsidi,” jelas Dadan.

Baca juga  Apa Artinya Bagi Iklim Kita

Disisi lain, pemeritah juga mempertimbangkan penerapan jargas ini akan mengurangi penerimaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), maka itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut.

“Kita lagi ngitung. Ya oke kalo itu besaran mana subsidi-nya.
Kalau kita menyediakan subsidi untuk LPG, kan bisa dihitung per kilonya sekian. Atau kita mau subsidi ke hulu yang gasnya. Sehingga penerimaan dari KKKSnya kan tidak boleh turun. Udah PO, udah kontrak,” ujar Dadan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 Arifin Tasrif mengatakan, langkah ini dilakukan masyarakat yang menggunakan jargas di rumah tidak terganggung daya belinya.

“Nah ini kita juga lagi mengolah kebijakan bagaimana harga gas hulu itu bisa murah,” kata Arifin di Ditjen Migas, Jumat (2/8/2024).

Arifin menyebut, saat ini subsidi untuk gas baru diberlakukan untuk LPG terkhusus ukuran 3kg untuk masyarakat. Pemerintah tidak menutup kemungkinan impleementasi subsidi untuk gas hulu ini dapat diberlakukan.

Baca juga  Bagaimana Self-Tan Menjadi Pemain Kekuatan Canggih Perawatan Kulit

“Jadi kita sedang mencari opsi untuk pemerintah mensubsidi gas hulu untuk jaringan gas. Sekarang ini kan yang disubsidi LPG. Karena nanti kalau kita pake gas kita sendiri hulu ini yang kita subsidi. Supaya masyarakat penerima itu bisa dapet harga yang dalam jangkauan,” jelas Arifin.