Jakarta, BN Nasional – Staf Khusus (Stafsus) Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Prof. Irwandy Arif mengatakan, kerja Kelompok Kerja (Pokja) Hilirisasi Timah sudah selesai.
“Menyampaikan secara resmi saya belum tau, tapi kerja pokja hilirisasi timah itu sudah selesai,” kata Irwandy kepada wartawan, Jakarta, Jumat (3/3/2023).
Irwandy tidak memaparkan hasil dari kerja pokja hilirisasi timah ini, dirinya juga belum mengetahui apakah hasil dari kerja tersebut sudah disampaikan ke pemerintah.
“Saya belum tau (ke Presiden), apakah ke Menteri juga saya belum tau apakah sudah disampaikan. Hasilnya sudah, coba tanya pokjanya langsung” kata Irwandy.
Pokja ini dibentuk untuk menyusun konsep hilirisasi timah dan juga memberikan kajian serta pertimbangan secara teknis dan perofesional kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan.
Sebelumnya, DIrektur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaludin memaparakan terdapat tiga komponen utama yang menjadi pembahasan pokja hilirisati timah.
Komponen pertama terkait dengan global supply chain, kedua pertimbangan teknis dan profesional dalam mengambil kebijakan larangan ekspor timah oleh Presiden RI, yang terakhir adalah membangun industri dengan produk yang bisa diserap oleh pasar sehingga laku dijual. (Louis/Rd)





