JAKARTA, BN NASIONAL – Yogyakarta semakin meneguhkan julukannya sebagai Kota Pelajar dengan hadirnya Laboratorium Radiasi Yogyakarta (LRY) milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fasilitas riset ini mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, hingga penelitian di bidang nuklir.
Ketua Tim Pengelolaan Laboratorium Radiasi Yogyakarta, BRIN, Tri Bambang Lestariyanto menjelaskan, LRY mengelola laboratorium pendidikan dan fasilitas riset berupa pengoperasian, perawatan, kalibrasi, dan perbaikan untuk keperluan layanan pendidikan, e-layanan sains (ELSA), riset, dan nuclear teaching laboratory.
“LRY dapat dimanfaatkan oleh pelanggan internal BRIN dan eksternal,” kata Tri.
LRY memiliki dua fasilitas utama, yakni Laboratorium Pendidikan dan Laboratorium Pengujian. Laboratorium Pendidikan terdiri dari berbagai bidang, mulai dari kimia, fisika, elektronika dasar, hingga instrumentasi nuklir.
“Laboratorium Pendidikan ini fungsinya untuk pendidikan dan pengajaran; penelitian dan pengembangan; dan pengabdian pada masyarakat,” ujar Tri.
Ia menambahkan, salah satu penelitian yang sedang dilakukan adalah pengembangan film hidrogel transparan berbahan gelatin alvera yang disterilisasi radiasi gama untuk penyembuhan luka bakar.
Selain itu, mahasiswa juga dapat memanfaatkan LRY untuk praktikum maupun tugas akhir. Misalnya, praktikum pengukuran laju paparan radiasi di lingkungan Poltek Nuklir atau rancang bangun sistem detektor radon.
“Lab ini juga menerima kunjungan nasional/internasional, antara lain technical visit post graduate educational course yang digelar Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) 2025 ke Lab. Instrumentasi Nuklir,” jelas Tri.
Sementara itu, Laboratorium Pengujian LRY menyediakan fasilitas uji kimia maupun fisika dengan berbagai instrumen canggih seperti XRD, XRF, FTIR, ICP-MS, GC-MS, hingga Radiografi X-Ray dan Betatron.





