JAKARTA, BN NASIONAL
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) tengah mengkaji strategi untuk beralih ke BBM standar Euro-5.
“Pertamina saat ini sedang merancang cara untuk beralih dari BBM standar Euro-3 ke Euro-5. Hal ini bertujuan untuk menurunkan kandungan sulfur dalam bahan bakar,” kata Luhut dalam unggahan Instagramnya pada Kamis (22/2/2024).
Peralihan ke Euro-5 d iperkirakan dapat menghemat anggaran subsidi BBM hingga Rp50 triliun. “Kami juga sedang melakukan perhitungan terkait pengurangan subsidi yang mencapai Rp20 hingga Rp50 triliun,” tambahnya.
Selain manfaat ekonomis, BBM standar Euro-5 juga memiliki kualitas yang lebih baik dan memancarkan lebih sedikit polutan, yang akan membantu mengurangi polusi udara di kota-kota yang padat transportasi.
“Pemerintah sedang mencari keseimbangan yang tepat. Ini akan mempercepat peningkatan kualitas udara di Jakarta dan daerah lainnya,” jelasnya.
Standar emisi kendaraan, yang d ikeluarkan oleh Uni Eropa sejak 1992 mulai dari Euro-1 hingga Euro-6, telah d iadopsi oleh beberapa negara di dunia. Di Indonesia, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 20 Tahun 2017 menerapkan standar emisi Euro-4 bagi kendaraan bermotor.
Saat ini, Pertamina memiliki dua produk yang memenuhi standar Euro-4, yaitu Pertamax Turbo (bensin) dan Pertamina Dex (Diesel). Namun, dengan peralihan ke Euro-5, d iharapkan akan tersedia bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan berkualitas tinggi.
Standar Euro-5, yang mengenalkan diesel particulate filters (DPFs) untuk semua mobil diesel, memiliki batas emisi yang lebih rendah untuk berbagai zat pencemar dibandingkan dengan Euro-4. Ini merupakan langkah signifikan dalam upaya mengurangi emisi kendaraan dan meningkatkan kualitas udara.*[]





