Menteri BUMN: Pembubaran BUMN Akan Picu Pengangguran Baru

JAKARTA, BN NASIONAL

Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menegaskan bahwa pembubaran korporasi milik negara hanya akan mengakibatkan timbulnya pengangguran tambahan di Indonesia, mengingat ada sekitar 1,6 juta orang yang bekerja di BUMN.

Pernyataannya merespons pandangan dari tim sukses salah satu pasangan calon presiden yang mengusulkan untuk mengubah BUMN menjadi koperasi.

“Ironis rasanya melihat pandangan semacam itu. Pembubaran dan penggantian BUMN dengan koperasi hanya akan menciptakan pengangguran baru di saat yang sama di mana semua orang membutuhkan lapangan kerja,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (04/02/2024) seperti yang d ikutip dari Antaranews.com.

Erick menekankan bahwa para pegawai BUMN telah menjadi agen perubahan dalam pembangunan ekonomi Indonesia, yang saat ini pertumbuhannya mencapai 5 persen.

Menurutnya, seluruh BUMN pada tahun 2023 mencatatkan deviden terbesar dalam sejarah Indonesia, yakni sebesar Rp 82,1 triliun. Oleh karena itu, keuntungan yang d ihasilkan dari BUMN telah menjadi pondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Baca juga  Pengamat: Jokowi Mungkin Saja Reshuffle di Akhir Tahun

“Walau mungkin ada kekurangan, namun tidak ada yang sempurna. Namun, hasilnya sudah terbukti, di mana BUMN telah menghasilkan keuntungan sebesar Rp 250 triliun dan memberikan kontribusi besar kepada negara untuk berbagai program pemerintah, seperti program kesehatan dan pangan,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Rabu (31/1), Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) mengungkapkan rencananya untuk mengubah BUMN menjadi badan usaha koperasi. Pernyataan tersebut d isampaikan oleh Tokoh Koperasi Indonesia Suroto PH dalam sebuah diskusi di Rumah Koalisi Perubahan di Jakarta Selatan.

Suroto berpendapat bahwa selama ini nasib koperasi di Tanah Air terus d ipertanyakan oleh pemerintahan yang berbeda. Oleh karena itu, dia berargumen bahwa dengan mengkoperasikan BUMN, perekonomian nasional dapat d itingkatkan.(*)