Jakarta, Bn Nasional – Menteri ESDM menunjukan kekecewaanya dengan berberapa perusahaan yang tidak menunjukan keseriusannya dalam membangun fasilitas pemurnian dan pengolah Bauksit.
Menurut data Kementerian ESDM, terdapat lima perusahaan yang melakukan pembangunan pemurnian konsetrat mineral logam dan sudah ada satu perusahaan yang rampung dalam pembangunan fasilitas pemurnian komoditas timbal, yakni PT Kapuas Prima Citra. Empat smelter lainnya dengan komoditas tembaga, besi, dan seng masih belum merampungkannya.
Sementara, fasilitas pemurnian bauksit terdapat 12 perusahaan yang membangun, dari 12 itu terdapat empat smelter yang sudah beroperasi dengan memproduksi Chemical Grade Alumina (CGA), Smelter Grade Alumina (SGA), dan memproduksi sebanyak 2 juta ton pertahun.
“Bauksit dari rencana 12 pemurnian, 4 smelter beroperasi dan 8 smelter dalam tahap pembanguna,” Papar Menteri ESDM Arifin Tasrif di Gedung DPR RI, Rabu (24/5/2023).
Progres pembangunan smelter tersebut berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan, Kementerian ESDM ketika melakukan penelusuran pembangunan smelter hanya menemukan lapangan di lokasi padahal progres menunjukan di angka 33 persen sampai 66 persen.
“Tujuh lokasi smelter masih berupa tanah lapang, walaupun dinyatakan dalam laporan verifikasi kemajuan pembangun sudah mencapai 32 sampai 66 persen. Inilah gambarnya dan berikut perusahaanya yang kita lakukan dilapangan,” jelas Arifin. (Louis/Rd)





