Menteri ESDM Perintahkan PT Timah Tingkatkan Kapasitas Produksi 2 Kali Lipat

Jakarta, BN Nasional – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memerintahkan PT Timah Tbk untuk meningkatkan kapasitas produksinya sebanyak dua kali lipat.

Arifin mengatakan, adanya smelter Top Submerged Lancing (TSL) Ausmelt Furnace untuk pengolahan timah yang menggantikan smelter lama dengan teknologi yang sudah tertinggal, PT Timah dapat meningkatkan kapasitas produksi sampai dua kali lipat dengan teknologi yang lebih efisien.

“Baru-baru ini PT Timah bisa menyelesaikan pabrik barunya yang lebih efisien. Kita minta supaya dia mampu mendouble-kan kapasitasnya. Didoublekan dari sekarang yang selesai dibangun,” kata Arifin di Gedung ESDM, Jakarta, Jumat (31/3/2023).

Menurutnya, teknologi pemurnian timah yang digunakan oleh PT Timah selama ini sudah tidak ekonomis lagi dan tidak efisien dalam penggunannya.

“Karena yang lama kan sudah tidak ekonomis kurang bersaing lah. Yang baru lebih bagus dan diharapkan dan juga bisa mengamankan pasokan untuk kebutuhan pabriknya,” kata Arifin.

Baca juga  Mendag Zulhas Ingin Indonesia Atur Sendiri Harga Acuan Sawit Untuk Saingi Malaysia

Diketahui, PT Timah mengalami penurunan terus dalam produksi bijih dan logam timah. Tahun 2021 Produksi bijih 24.770 ton Sn dan logam timah 26.465 metrik ton.

Direktur Utama PT Timah Achmad Ardianto membeberkan alasan PT Timah yang mengalami penurunan produksi dan ekspor timah sejak tahun 2019 sampai 2022.

“Sebenarnya bukan kendala ya, itu memang sedang terjadi pembenahan ekosistem. Mungkin teman-teman sudah mengetahui kondisi pertimahan indonesia memang belum pernah stabil atau sehat sejak dulu yang merupakan implikasi karena perubahan status dari logam strategis menjadi non strategis,” kata Achmad saat dijumpai di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Achmad juga mengatakan, TSL Ausmelt Furnance yang saat ini sudah terbangun sedang melakukan tahap performance test dengan total produksi pertahun mencapai 50.000 ton.

“40.000 ton bisa ditambah dengan Kundur, Kepulauan Riau 10.000 ton, jadi total 50.000,” kata Achmad

Baca juga  Meski Keuangannya Sedang Sulit, Garuda Indonesia Dapat Penghargaan Perusahaan dengan Brand Impresi Terbaik

Sementara itu, Direktur Operasi TINS Purwoko sebelumnya menjelaskan, kehadiran proyek ausmelt mendorong perusahaan untuk meningkatkan produksi secara bertahap guna memenuhi kebutuhan kapasitas yang ada.

“Kalau dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) kira-kira sampai tiga tahun ke depan mesti mencapai 40 ribu ton,” jelas Purwoko dalam kesempatan sama.

Purwoko melanjutkan, untuk tahun ini produksi bijih timah ditargetkan meningkat hingga 35% atau mencapai sekitar 26 ribu ton. Nantinya, untuk tahapan tahun pertama, utilisasi proyek ausmelt ditargetkan sebesar 55% kemudian pada tahun kedua mencapai 65% dan meningkat lagi ditahun keiga.

“Kita masih punya tiga tahun untuk kejar itu,” tegas Purwoko. (Louis/Rd)