JAKARTA, BN NASIONAL
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan gas untuk industri pupuk menjadi prioritas agar dapat menjamin ketersediaan pupuk.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, saat ini alokasi gas bumi untuk kebutuhan produksi pupuk di Indonesia tidak mengalami kendala dari akibat alokasi pupuk bersubsidi hingga 50 persen.
“Tidak pernah ada permasalahan gas ke pupuk. Kami selalu memprioritaskan gas untuk pupuk dan kalau pupuk langka ini mungkin karena alokasi pupuk subsidi itu d ipotong dari alokasi 9,5 juta ton menjadi hanya 4,5 juta ton,” kata Arifin saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (19/3/2024).
Namun, pemerintah juga telah mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi dari yang sebelumnya 4,5 juta ton ke 9,5 juta ton agar tidak terjadi gejolak di kalangan petani.
“Jadi banyak pupuk subsidi yang d ipotong dan sekarang alhamdulillah sudah d ikembalikan dengan anggaran Rp14 triliun,” ujar Arifin.
Untuk itu, Kementerian ESDM terus memastikan ketersediaan gas sebagai bahan baku pupuk untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi pertani, menjaga stabilitas harga pupuk dan meningkatkan produksi pangan nasional.
Selain itu, Alokasi gas bumi untuk pupuk ini merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Saya dulu (bekerja) di industri gas, susah dapat gas. Sekarang saya tidak mau pupuk susah dapat gas, permasalahannya itu adalah ketersediaan pupuk subsidinya terbatas,” jelas Arifin.*[]





