Menteri ESDM Tinjau Proyek RDMP Balikpapan, Sudah 91 Persen

BALIKPAPAN, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meninjau langsung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang akan menjadi kilang terbesar di Indonesia milik PT Pertamina (Persero).

Arifin mengatakan, saat tahun 2022 lalu dirinya terakhir mengunjungi proyek ini masih banyak proses pembangunan yang dilakukan. Namun, saat ini sudah proses pembangunan tinggal penyelesaian.

“Dari 2022 waktu saya kesini dulu kan baru civil works banyak, sekarang semuanya sudah terbangun jadi tinggal finishing saja. Progresnya sekarang 91 persen lebih, tapi untuk mencapai 100 persen ya butuh waktu dan memang ada challenge yang harus diselesaikan,” kata Arifin dalam kunjungannya, Minggu (11/8/2024).

Diketahui, Proyek RDMP ini merupakan pengembangan Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur mulai dikembangkan sejak tahun 2016 dengan peningkatan 100 ribu barrel oil per day (BOPD) dari 260 ribu BOPD menjadi 360 ribu BOPD.

Baca juga  AI Membunuh Lalu Lintas Manusia di Wikipedia

Selain menambah produksi, RDMP Balikpapan juga meningkatkan kualitas BBM dari yang sebelumnya standart Euro II menjadi Euro V yang lebih ramah lingkungan.

Proyek ini menelan biaya senilai US$7,4 miliar yang terdiri dari pembiayaan ekuitas senilai US$4,3 miliar dan pinjaman Export Credit Agency (ECA) senilai US$3,1 miliar.

Arifin menyebut, RDMP Balikpapan ditargetkan dapat beroperasi penuh pada September 2025 mendatang. “Nanti mudah-mudahan bisa diselesaikan secara tuntas. Supaya progress-nya bisa dijaga. Jadi, proyek ini kan vital, karena bisa naikin kapasitas proyek-proyek,” jelas Arifin.