Pabrik BioCNG Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi

JAKARTA, BN NASIONAL

Pabrik BioCNG pertama di Indonesia yang d ibangun oleh PT KIS Biofuel Indonesia di Sumatera Utara resmi beroperasi pada Senin (23/1/2024).

Pabrik BioCNG ini memiliki kapasitas 15.500 M3 per hari, sehingga total keseluruhannya mencapai 387.500 M3 per hari. Dengan demikian, pabrik ini dapat menurunkan emisi karbon sebanyak 3,7 juta ton per tahun. Dan menghasilkan 3,7 kredir karbon per tahun.

Direktur Bio Energi Kementerian ESDM Edi Wibowo mengatakan, pembangunan pabrik BioCNG ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

“Kami berharap plant BioCNG ini akan berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Khususnya dalam rangka pemanfaatan biogas menjadi energi,” kata Edi dalam keterangan resminya.

Pemerintah sendiri terus mendukung program transisi energi melalui berbagai dokumen dan kebijakan secara komprehensif. Ini untuk pemanfaatan EBT secara bertahap, terukur dan tepat.

Baca juga  Menerka Asal Muasal Varian Omicron Masuk ke Indonesia

Untuk mengembangkan BioCNG, Kementerian ESDM melakukan berbagai upaya, antara lain:

  • Menerbitkan SNI 9164 Biometana untuk Bahan Bakar di tahun 2023.
  • Melakukan go live dan launching Perizinan Berusaha KBLI 35203 pengadaan gas bio yang mengampu perizinan bahan bakar biogas sebagai bahan bakar bersama Kementerian BKPM.
  • Melakukan kerja sama dengan beberapa mitra dalam rangka mengembangkan Proyek BioCNG melalui proyek pembangunan plant, pengerjaan pre-feasibility study, kajian keekonomian, kajian kebijakan tata niaga dan kajian industri serta bahan baku BioCNG.

Edi menambahkan, dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, BioCNG dapat d imanfaatkan untuk menggantikan LPG non-subsidi. Sasarannya untuk sektor industri dan komersil 12 dan 50 kg.

“Sehingga dapat menjadi salah satu opsi solusi dalam usaha Pemerintah menurunkan impor LPG,” ujarnya.(*)