Pasca Kebakaran, Smelter Freeport Kembali Beroperasi

TANGGERANG, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Smelter Manyar Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali beroperasi setelah terjadi kebakaran waktu lalu.

“Freeport kemarin mereka melaporkan kepada saya bahwa smelter mereka yang tadinya selesai bulan september, itu bulan ini sudah selesai. Juni itu sudah mulai,” kata Bahlil saat ditemui usai acara Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2025 di ICE BSD City, Rabu (21/5/2025).

Smelter PTFI tersebut sudah masuk tahap warm up selama 2 sampai 3 minggu kedepan. Namun sudah memasukan bahan baku konsentrat tembaga.

“Sekarang sudah mulai pemanasan, tapi tungkunya itu kan butuh 2-3 minggu, jadi mulai masuk bahan konsentratnya bulan Juni,” jelasnya.

Sebelumnya, PTFI mendapatkan ekspor dalam jangka waktu 6 bulan sejak diberikan izin. Pemberian itu sembali dilakukan evaluasi terhadap perbaikan yang dilakukan oleh PTFI setiap 3 bulan untuk memantau kemajuannya.

Baca juga  Generasi Mencari Cuan, Aquina: Gen Z Harus Punya 3S

“Nanti kita akan lihat perkembangannya per 3 bulan dalam progres pekerjaan terhadap pabrik yang kena kahar itu,” kata Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut, PTFI mendapatkan kuota relaksasi ekspor konsentrat tembaga ini sebanyak 1 juta ton yang berlaku sampai Juni 2025.

“Kuotanya kurang lebih sekitar antara 1 juta (ton) sampai 1 juta (ton) lebih. Nanti kita lihat selama 6 bulan ini. Yang jelas sampai Juni (2025), volumenya nanti kita lihat,” ujarnya.