JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga di 15 kabupaten/kota secara multiyears pada 2025 dan 2026.
Untuk mendukung kelancaran program tersebut, Ditjen Migas menggelar sosialisasi kesiapan material bersama perwakilan asosiasi penyedia dan produsen pipa serta metering.
“Tentunya kami perlu kolaborasi kesiapan pelaksanaan, termasuk di dalamnya kesiapan material yang diperlukan untuk jargas,“ ujar Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Laode Sulaeman, dikutip Rabu (27/8/2025).
Laode menegaskan, pembangunan jargas merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendorong diversifikasi energi bersih.
“Produksi gas bumi nasional cukup besar sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk penggunaan dalam negeri dan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.
Subkoordinator Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan, Risris Risdianto, turut menekankan pentingnya pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam penyediaan material.
“Untuk pipa Carbon Steel TKDN minimal 40%, pipa PE TKDN minimal 20%, dan pipa Galvanis TKDN minimal 40%. Selain itu, material harus sesuai dengan spesifikasi serta mengutamakan aspek keselamatan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Koordinator Perencanaan Pembangunan, Sugiarto, mengingatkan para peserta untuk memperhatikan ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, hingga waktu pengiriman material.
“Ketersediaan bahan baku, apakah perlu impor dll., TKDN yang dimiliki, delivery time yang paling penting dibutuhkan untuk kesuksesan program ini,” katanya.
Koordinator Pengawasan Pembangunan, Agung Kuswardono, menutup diskusi dengan mengajak semua pihak untuk bersinergi menyukseskan program jargas.
“Kita bisa eksekusi lelang dan mudah-mudahan para vendor sudah prepare. Di sini Ditjen Migas tetap menjaga fairness, tidak ada memihak. Silakan berkompetisi dengan sehat,” tegasnya.





